Ini Kesulitan ACT Saat Salurkan Bantuan untuk Rohingya

BANDUNG (sigabah.com)—Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) beberapa kali menyalurkan bantuan dari Indonesia untuk korban kemanusiaan di Myanmar, etnis Muslim Rohingya. Tak mudah memang, namun bantuan dari berbagai belahan dunia dinanti oleh para korban kekerasan pemerintah Myanmar.

Manager Komunikasi ACT, Lukman Aziz Kurniawan menceritakan sejumlah kesulitan yang dihadapi relawannya kala menyalurkan bantuan ke etnis Rohingya di Rakhine State.

“Tantangannya yang sangat jelas dari penolakan pemerintah negara yang bersangkutan. Misal dari Myanmar, masih menutup dan memblokade bantuan kemanusiaan, baik dari NGO (Non Government Organization, red) atau lembaga apapun, tidak bisa masuk, bukan dipersulit, tapi tidak bisa masuk, diblokade,” ungkapnya saat dihubungi Kiblat.net, Ahad (10/09).

Karenanya, bantuan yang ingin disalurkan terpaksa harus melalui Bangladesh, di satu sisi di Bangladesh sendiri menurutnya juga mempersulit bantuan.

“Karena kondisinya Bangladesh khawatir dengan aksi kemanusiaan yang besar, bantuan-bantuan yang mengalir lewat Bangladesh, itu membuat perhatian para pengungsi Myanmar makin banyak masuk ke Bangladesh, sementara kita tahu bahwa Bangladesh adalah negara miskin,” terangnya.

Diketahui, juru bicara Badan PBB untuk pengungsi, UNHCR mengatakan jumlah pengungsi melonjak pesat dari sekitar 164.000 pada Kamis (07/09) setelah para pekerja bantuan menemukan sekelompok besar pengungsi yang belum terhitung di kawasan perbatasan.

kiblat.net | sigabah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *