MENGGORENG UCAPAN YUSRIL AGAR RENYAH

BANDUNG (sigabah.com)—Kesalahan Ahok yang demikian terang benderang membuat panik dan bingung tim kampanye dan pendukungnya. Ragam pembelaan dan segala upaya “pembersihan Noda Ahok” yang mereka lakukan mengalami GaTot (Gagal Total). Namun rupanya tidak ada “Kata Menyerah” dalam kamus mereka. Setiap celah selalu saja mereka manfaatkan tak terkecuali pernyataan para tokoh nasional soal kasus Ahok.

Kali ini tokoh yang dibidik adalah Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra. Sebelumnya beredar pemberitaan bahwa Yusril memberikan semangat dukungan kepada Ahok dalam ajang pilkada DKI, meskipun Ahok sudah menyandang status tersangka penistaan agama.

“Saya dukung beliau untuk tetap maju di Pilkada ini. Menurut undang-undang yang berlaku sekarang, meskipun beliau sedang menghadapi masalah hukum, tapi itu sama sekali tidak menghalangi beliau untuk maju,” ucap Yusril, seperti dilansir dari detik.com, Ahad (27/11/2016).

Pernyataan ini kemudian yang menjadi BESAR dan DIBESARKAN dan dijadikan HEADLINE media pada Ahad (27/11/2016).

Headline detik.com: “Yusril: Saya Dukung Ahok Tetap Maju Pilgub DKI

Headline kompas.com: “Yusril Dukung Ahok agar Tetap Maju Pilkada DKI

Headline metrotvnews.com: “Yusril Dukung Ahok Tetap Maju di Pilkada DKI

Headline jawapos.com: Yusril Dukung Ahok Tetap Maju di Pilkada

Headline jpnn.com: “Yusril: Jangan Halangi Hak Ahok Maju di Pilkada

Pernyataan mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) ini dicoba untuk digoreng lebih lanjut agar lebih renyah sehingga menjadi amunisi baru mereka. Keesokan harinya (Senin, 28/11/2016) Calon wakil gubernur (Cawagub) DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Yusril Ihza Mahendra, terhadap dirinya dan cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Djarot pun bergembira Yusril mau membantu Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama.

“Saya pribadi memberikan apresiasi dengan kenegarawanan dan kesetiaan Pak Yusril kalau mau mendampingi dan memberikan penjelasan kepada masyarakat atau membantu Pak Ahok, mendampingi Pak Ahok dalam menjalani proses hukum itu,” kata Djarot usai berdiskusi dengan masyarakat di Rumah Lembang di Jalan Lembang, Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/11), dikutip dari republika.co.id

Apresiasi Djarot pada Yusril itu kemudian DIBESARKAN dan dijadikan HEADLINE media pada Senin (28/11/2016).

Headline detik.com: “Djarot Apresiasi Sikap Kenegarawanan Yusril Bila Mau Membantu Ahok

Headline kompas.com: “Djarot Berharap Yusril Bisa Bantu Ahok pada Kasus Penistaan Agama

Headline jawapos.com: “Berharap Yusril Membantu Ahok” 

Headline liputan6.com: “Djarot Harap Yusril Dampingi Ahok di Pengadilan

29-nov-i

 Usaha Mereka Gagal Maning: Yusril Membantah

Kita semua menyadari betul, bahwa menggoreng pernyataan Yusril dalam kasus penistaan agama oleh Ahok, bukan sekadar upaya untuk mencari celah agar Ahok lolos dari jerat hukum di Pengadilan melainkan juga  telah mengkavling para tokoh panutan umat menjadi terkotak-kotak dan cenderung saling mencurigai satu dengan yang lainnya.

Namun upaya ini pun tampaknya mengalami kegagalan karena akrobat politik dan cara licik mereka keburu terendus oleh Yusril sendiri sehingga ia membantah berbagai pemberitaaan itu.

Yusril menyayangkan media yang memelintir pernyataannya terkait dukungan kepada Ahok. Akibat berita tersebut, tidak sedikit orang yang salah paham dan mengira Yusril mendukung Ahok.

Padahal, Yusril hanya berbicara dari aspek hukum, Ahok masih bisa ikut Pilkada. Sedangkan hal lain yang dinyatakan dalam berita tersebut, Yusril tidak membenarkannya.

”Yang saya benarkan adalah statemen bahwa Ahok masih bisa ikut Pilkada. Saya tidak membenarkan apa yang ditulis detik.com karena itu sudah persepsi dan tafsiran mereka,” kata Yusril seperti yang dilansir dari website resmi Persatuan Islam, persis.or.id, Senin (28/11/2016).

Yusril mengungkapkan, dukungan terhadap Ahok untuk tetap mengikuti pilkada adalah sesuai dari sudut hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Namun, pernyataannya tersebut, tidak terkait dengan status tersangka penistaan agama yang dilakukan Ahok.

“Saya dukung dia tetap ikut pilkada. Cukup jelas pernyataan saya. Soal dugaan penistaan agama, hukum dan keadilan wajib ditegakkan,” tegas Yusril.

Lebih jauh Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu meminta umat Islam agar tidak mudah terprovokasi dan diadu domba.

“Jangan mudah diprovokasi kelompok lain tanpa berpikir panjang, gampang dipecah belah dan diadu domba satu sama lain. Umat Islam disuruh jadi martir, tapi kalau sudah menang, mereka ditinggal dan kemudian dikuasai kelompok lain. Tidakkah umat Islam negeri ini mau memetik pelajaran dari sejarah dengan mengedepankan rasionalitas daripada emosi?” pungkasnya.

Jadi, cara apapun dilakukan oleh mereka tidak akan dapat menghapus “noda hitam” Ahok, karena kebatilan tidak akan pernah menang meski dikemas dengan beragam tagline liputan dan headline pemberitaan.

Insya Allah bangsa Indonesia pada umumnya, umat Islam pada khususnya tidak akan terkecoh oleh “Skenario Otak-Atik Liputan”. Mari kita saksikan bersama, akrobat dan cara apalagi yang akan mereka mainkan selanjutnya!!!

By Tim Sigabah Waspada

Editor: Amin Muchtar, sigabah.com/beta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *