Preloader logo

SIGABAH DIJEBOL, GOOD PROBLEM?

1Hari Selasa 2 Juni 2015 pukul 24 kurang, sepulang ngaji sebelum tidur, saya sempatkan diri untuk singgah di warung di sigabah.com. Ketika itu, warung sigabah tampak aman-aman saja. Besoknya, pagi hari pukul 07, sebelum tim admin upload artikel baru, saya bermaksud cek kembali itu warung, namun apa yang hendak dikata saat warung itu tak dapat diakses. Akhirnya tim admin melaporkan bahwa warung sigabah “kebobolan maling.” Tak lama kemudian, antrian komplain dari “para pelanggan” pun meluncur dengan deras. Hingga akhirnya, tim admin memasang “spanduk”:

“Website sigabah.com ibaratnya sebuah rumah di dunia maya. Agar setiap pengunjung yang bertamu ke “rumah” kami merasa nyaman, kami harus selalu merawat website kami dengan sebaik-baiknya. Karena itu, mohon maaf bila kenyamanan akses Anda ke sigabah.com agak sedikit terganggu. Terima kasih atas dukungan Anda, teriring doa jazaakumullah khairan katsiran.”

Berikut tampilan sigabah.com saat dihack oleh para hacker :

2

Sambil cek keamanaan “berbagai menu” yang tersedia di warung itu, salah seorang anggota tim admin, yang memang sudah kocak dari sonohnya, berseloroh: “Alhamdulillah, kini warung sigabah.com mulai menarik perhatian orang.”Kena musibah koq Alhamdulillah,” timpal anggota yang lain. “Ya iyah donk, mana mungkin hacker luar Nagreg, eh salah, luar negeri mau iseng pada website ‘yang datar-datar saja’. Balas Si Kocak, tak mau kalah.

Terkesan dengan obrolan sersan (serius tapi santai) tim admin—yang rata-rata baru lulusan SMK dan pesantren itu—batin saya berdialog sendiri, “Benar juga apa yang dikatakan Si Kocak. Eit tapi nanti dulu, jangan buru-buru geer.” Pikiran saya seperti menerawang kembali ke masa-masa awal perjuangan “anak-anak kecil” itu, sekitar 6 bulan yang lalu—3 bulan awal ‘nganggur’ nunggu kalau-kalau ada yang komplain dengan domain name sigabah.com; 3 bulan kedua baru berani menyajikan menu-menu sederhana—yang siap tempur n babak belur dalam menyokong dakwah sederhana sigabah di dunia maya, walau hanya sebuah warung sederhana, gak mungkinlah mengklaim toko, apalagi supermarket.

Namun tak dinyana, dalam 3 bulan kedua ini analisis Alexa rank, sebuah peringkat terhadap sebuah website atau blog berdasarkan trafik atau banyaknya pengunjung yang diberikan atau dibuat oleh Alexa Internet, Inc. (alexa.com)—perusahaan berbasis di California AS—menunjukkan  grafik yang relatif signifikan.

Mulai dari peringat 20 jutaan di dunia, sigabah.com merangkak perlahan namun pasti pada peringkat dikisaran 5 jutaan (30 April 2015). Naik keperingkat 3 jutaan (8 Mei 2015). Hingga kisaran ini, warung sigabah.com kalem-kalem saja. Namun, setelah Alexa Rank menampilkan rangking sigabah.com pada peringkat 2 jutaan di dunia, sedangkan di Indoensia sendiri berada pada peringkat 33 ribuan, warung sigabah.com dijebol dech. Atas izin Allah—melalui upaya kerja keras dan kerja cerdas seluruh crew—alhamdulillah database dapat terselamatkan dan warung sigabah.com kembali nongol, meski dengan domain name sementara sigabah.com/beta .

Entah karena faktor analisa Alexa yang menunjukkan sigabah.com hiperaktif, he..he..ataukah karena faktor content dan menu yang dipandang  “berkolesterol” tinggi, tiba-tiba warung sigabah kedatangan tamu tak diundang, mengatasnamakan Turk Hack Team, hingga menyebabkan off selama 2 hari, dan saat tulisan ini ditayangkan, proses perbaikan masih berlangsung.

Berikut tampilan sigabah.com saat off setelah dihack oleh para hacker :

3

Berikut tampilan sigabah.com saat uji coba perbaikan sigabah.com/beta:

4

Berikut dampak terhadap content setelah dihack:

5

Tampak jelas di atas beberapa bukti scan kitab dalam artikel bantahan terhadap “Buku Misteri” kang Jalal menjadi hilang, yang tersisa tinggal penomoran (44 & 33)

Semoga Menjadi Berkah

Hacker atau seseorang yang berupaya untuk melakukan peretasan pada website kini semakin banyak berkeliaran di dunia maya. Entah untuk pencurian dokumentasi atau sekedar menunjukan keahlian dengan mengubah tampilan website yang bertujuan untuk menunjukkan eksistensi kelompok atau  untuk menyuarakan aspirasi yang biasa kita kenal sebagai Defacer.

Sudah menjadi hal biasa bila melihat situs-situs di-hack sekarang ini. Bahkan situs-situs besar yang menggunakan banyak perlindungan pun juga bisa di-hack. Memang, biasanya situs besar dan populer yang rentan terhadap hacking. Keamanan merupakan masalah besar hari ini. Dan jika misalnya situs Anda di-hack, itu bisa rusak dalam beberapa cara. Anda juga bisa kehilangan semua data Anda atau situs Anda bisa kehilangan peringkatnya karena ada sebuah perangkat lunak berbahaya yang diinstal. Namun, Alhamdulillah keadaan ini tidak terlalu berdampak pada warung sigabah.com.

Tindakan yang dilakukan oleh hacker dapat memberikan dampak posistif dan negatif. Orang sudah cenderung menganggap bahwa hacker itu adalah orang jahat. Hacker hanya bisa merugikan instansi pemakai web. Sisi negatifnya, hacker sering mengganggu para pengguna internet. Kadang pengguna internet dibuat merasa jengkel karena halaman-halaman web mereka di ubah oleh hacker. Atau mungkin muncul postingan yang tidak sesuai dengan pemilik web.

Namun dibalik itu ternyata ada sisi positif yang bisa diambil dari kegiatan seorang hacker. Sisi positifnya adalah seorang hacker akan memberitahukan kepada admin web tentang keamanan web yang sedang dipakai. Dengan begitu admin web akan bisa memperbaiki sistem keamanan web sehingga tidak mudah dirusak atau dicuri oleh orang lain. Atau…jangan-jangan setelah dihack rangking sigabah.com malah semakin melejit karena lebih hiperaktif. Semoga musibah ini menjadi berkah. 🙂

By Amin Muchtar, sigabah.com/beta

 

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#main-content .dfd-content-wrap {margin: 0px;} #main-content .dfd-content-wrap > article {padding: 0px;}@media only screen and (min-width: 1101px) {#layout.dfd-portfolio-loop > .row.full-width > .blog-section.no-sidebars,#layout.dfd-gallery-loop > .row.full-width > .blog-section.no-sidebars {padding: 0 0px;}#layout.dfd-portfolio-loop > .row.full-width > .blog-section.no-sidebars > #main-content > .dfd-content-wrap:first-child,#layout.dfd-gallery-loop > .row.full-width > .blog-section.no-sidebars > #main-content > .dfd-content-wrap:first-child {border-top: 0px solid transparent; border-bottom: 0px solid transparent;}#layout.dfd-portfolio-loop > .row.full-width #right-sidebar,#layout.dfd-gallery-loop > .row.full-width #right-sidebar {padding-top: 0px;padding-bottom: 0px;}#layout.dfd-portfolio-loop > .row.full-width > .blog-section.no-sidebars .sort-panel,#layout.dfd-gallery-loop > .row.full-width > .blog-section.no-sidebars .sort-panel {margin-left: -0px;margin-right: -0px;}}#layout .dfd-content-wrap.layout-side-image,#layout > .row.full-width .dfd-content-wrap.layout-side-image {margin-left: 0;margin-right: 0;}