Syiah Tidak Boleh “Diberi Hati”

BANDUNG (sigabah.com)—Kehadiran Syiah di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari “syahwat politik” Negara Iran yang berambisi menggenggam dunia di bawah naungan kekuasaan Daulah Imamiyyah. Karena itu, eksistensinya akan selalu menimbulkan masalah bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebaiknya Pemerintah RI, selain memperhatikan fatwa MUI tentang Syiah, 7 Maret 1984, serta buku Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia, juga mengindahkan peringatan dari Ulama Al-Qur’an di Suriah berikut ini: “Dulu kami seperti kalian. Tapi kami membiarkan syiah berkembang hingga menguasai pemerintahan dan bidang kemiliteran.”

20-des-2016-i-lampiran

Seperti kita ketahui, bahwa dalam perjalanan sejarahnya Syiah tampil bukan hanya sekedar menjadi gerakan keagamaan, namun juga merambah masuk dalam wilayah politik kekuasaan. Sebagai sebuah “gerakan politik”, Syiah mengukir sejarah panjang tentang perebutan kekuasaan dan dominasi pemerintahan. Syiah terbukti memiliki “syahwat politik” yang besar untuk berekspansi paham dan mendirikan Daulah Syiah. Syiah berambisi menggenggam dunia di bawah naungan kekuasaan Daulah Imamiyyah hingga akhir zaman.

By Tim Sigabah Waspada

Editor: Amin Muchtar, sigabah.com/beta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *