Prodem: Pertamax Naik Tanda Pemerintah Tidak Konsisten

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax merupakan wujud nyata pemerintahan tidak konsisten.

Begitu kata Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Syafti Hidayat menanggapi kenaikan tarif BBM jenis Pertamax per 1 Juli kemarin.

Kata dia, jauh hari sebelumnya, berdasarkan RAPBN tahun anggaran 2018 lalu, Menkeu Sri Mulyani pernah menegaskan tidak akan ada kenaikan harga BBM, elpiji 3 kg, dan listrik di tahun 2018.

“Ini tanda tanda rezim sedang bingung, plin-plan dan tidak konsisten akan ucapannya sendiri. Apalagi yang mau diharapkan kepada rezim bingung ini pagi kedele sore tempe, malam jadi kecap,” ketusnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (3/7).

Lebih jauh, pria yang akrab disapa Uchok ini menyoroti bahwa kenaikan harga BBM akan memicu terjadinya inflasi yang berujung pada kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok.

“Itu membuat daya beli rakyat semakin lemah, ekonomi makin sulit dan rakyat semakin tercekik,” imbuhnya.

Jika pemerintah terus mengeluarkan kebijakan yang menyusahkan rakyat, Uchok yakin Presiden RI Joko Widodo akan tumbang pada Pilpres 2019 nanti

“Jangan salahkan jika  2019 nanti menginginkan lahirnya pemimpin baru yang mampu menyelesaikan masalah dan mampu membuka jalan bagi kesejahteraan umum yang sekarang semakin merosot,” pungkasnya. [ian]

sigabah.com | rmol.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *