MEMAKNAI BAI’AT PELANTIKAN

 

1Pagi menuju siang kemarin (12/12/2016) sekira pukul 10.30 WIB, di kantor Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP. Persis), Jl.Perintis Kemerdekaan, No.2-4, Bandung, sekitar 100 orang telah dilantik sebagai tasykil (pengurus) PP. Persis Masa Jihad 2015-2020, oleh KH.Aceng Zakaria, Ketua Umum  terpilih hasil Muktamar Persis XV, yang baru lalu (20-23/11/2015).

Dalam tradisi Persis, format pelantikan itu berupa ikrar bai’at dan Ijab-Qabul perjuangan. Format ini tampaknya merujuk kepada suatu rumusan fiqih yang berbunyi: “Sesungguhnya imamah itu identik dengan ‘aqdun (kontrak) antara umat dengan imam.” Aqad merupakan salah satu di antara bentuk kesepakatan yang ditimbulkan oleh keinginan manusia dalam kehidupan sehari-hari, seperti jual-beli, penyewaan, hibah, dan seterusnya. Hanya saja ‘aqad imamah dalam sistem sosial dapat disebut sebagai kontrak pertama dan terbesar, yaitu menjadi acuan semua bentuk aqad lainnya, serta melegitimasi terjadinya  aqad-aqad yang lain. Lebih jauh dari itu, aqad imamah menjadi pilar yang menopang berjalannya sistem pemerintahan. Karena itu, aqad tersebut menjadi sumber yang dijadikan landasan bagi seorang imam untuk memperoleh kekuasaannya. Adapun prosedur yang menjadi jalan terselesaikannya aqad itu dinamakan bai’at.

Kata bai’at (bai’ah) secara bahasa berarti menukar. Kemudian dipakai dengan arti jual-beli, karena jual-beli itu mengandung makna tukar menukar. Sedangkan menurut syariat bai’ah berarti “Perjanjian seseorang atau beberapa orang kepada seseorang atau beberapa orang terhadap suatu perintah atau larangan agama.”[1]

Dalam perkembangan selanjutnya, setelah sistem khilafah runtuh dari panggung politik Islam, bai’at lebih banyak digunakan dalam pengertian ikrar janji kepatuhan pada Islam secara umum atau melalui seseorang.

Menurut Ibnu Khaldun, “Dahulu, kalau mereka membaiat seorang amir dan mengadakan perjanjian dengannya, mereka berjabat tangan satu sama lain, sebagai penekanan akan absahnya aqad itu, sehingga terlihat mirip dengan perbuatan yang dilakukan oleh seorang pembeli dan penjual. Karena itu, prosedur ini disebut bai’at, dari kata ba’a (menjual).” [2]

Prosedur ini menghendaki terpenuhinya syarat ‘aqidayn (dua pihak yang berakad), sebagai asas legalitas kontrak 2tersebut, yaitu pemilih dan yang dipilih. Persyaratan ini ditetapkan dengan beberapa tujuan, antara lain, menghasilkan para pemimpin yang lebih akuntabel, berkualitas, dan aspiratif terhadap kepentingan umat. Sehubungan dengan itu, Islam telah menetapkan syarat kelayakan ‘aqidayn itu ialah seseorang yang telah dianggap mampu bertindak hukum (mukallaf).  Kemampuan bertindak hukum ini didefinisikan dengan:

صَلاَحِيَّةُ الإِنْسَانِ لإسْتِحْقَاقِ الْحُقُوْقِ وَأَدَاءِ التَّصَرُّفَاتِ

“Kepatutan seseorang untuk memiliki berbagai hak dan melakukan berbagai tindakan.”

Jadi, substansi asas legalitas itu terletak pada terakomodir dan tidaknya syarat kelayakan tadi, bukan semata-mata terletak pada model pemilihannya. Model apapun yang dapat mengakomodir syarat dimaksud, maka model itu menjadi suatu kemestian, sesuai dengan kaidah:

مَا لاَ يَتِمُّ الوَاجِبُ إِلاَّبِهِ فِهُوَ وَاحِبٌ

Perkara wajib tidak akan sempurna kecuali dengan adanya sesuatu yang lain, maka sesuatu itu hukumnya wajib pula.”

Dalam tradisi Persis, salah satu prosedur ikrar bai’at dan Ijab-Qabul perjuangan, dilakukan oleh Ketua Umum dengan membacakan butir-butir ba’iat (ijab) dan diikuti oleh seluruh pengurus yang dilantik saat itu (Qabul). Butir-butir Bai’at dan Ijab Qabul perjuangan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

“Kami Tasykil Pimpinan Pusat Persatuan Islam Masa Jihad Tahun 2015-2020, dengan ini menyatakan kesediaan dan kesanggupan kami dengan mengucapkan Bai’at dan Ijab Qabul perjuangan sebagai berikut :

  • Kami wajib patuh dan tunduk pada Imamah dan Imaroh Pimpinan Pusat Persatuan Islam dalam memberikan Imaroh kepada pimpinan yang berada di bawah pimpinan kami.
  • Kami wajib berusaha mengokohkan dan membuktikan berwibawanya DAULATUL IMAN yang ada dalam diri kami sendiri dan para pimpinan serta anggota umumnya.
  • Kami wajib mendidik diri kami dan para pimpinan serta anggota agar menjadi USWATUN HASANAH dalam lingkup masyarakat, pekerjaan dan pergaulan.
  • Kami wajib menyadari pokok serta titik tolak perjuangan Persatuan Islam.
  • Kami wajib menyelaraskan ghirah, tindak dan langkah kami, agar tidak terlepas dari motto:

صُـورَةٌ مُصَـغَّـرَةٌ عَنِ اْلاِسْـلاَمِ وَ حِـكْـمَـتُـهُ اْلأَسْــمَى

‘Segala tindak dan gerak merupakan miniatur Islam yang sejati dan hikmahnya yang tinggi.’

Maka dengan Bai’at ini, mulai hari ini, Sabtu tanggal 30 Shafar 1437 H/12 Desember 2015 M, kami mewaqafkan diri untuk Islam karena Allah, sebagaimana dinyatakan dalam do’a kami :

إِنَّ صَـلاَتِى وَ نُسُـكِى وَمَحْـيَايَ وَمَـمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَـمِـيْنَ

“sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

3Memperhatikan isi Bai’at dan Ijab-Qabul perjuangan di atas, tentu saja semua akan sepakat bahwa pelantikan tasykil itu bukan sekadar acara dan upacara seremonial belaka, melainkan sebagai manifestasi akan kesungguhan dan kesanggupan menunaikan tugas dan tanggung jawab yang diamanatkan. Dalam konteks ini, tampaknya taushiyyah KH.E.Abdurrahman, saat melantik pengurus cabang-cabang Persis yang baru, masih tetap relevan untuk kita renungkan:

“Mengapa saudara memimpin? Saudara terpilih dan diangkat serta diamanati pimpinan Persatuan Islam sebab terdapat sangka baik atau husnuzhzhan dalam kalangan yang memilih saudara. Bila kita mendapat “sangka baik” dari seseorang, maka selayaknyalah kita menyesuaikan diri dengan “sangka baik” orang tersebut.

Orang ber-“husnuzhzhan”, bahwa saudara adalah seorang yang mampu meniadakan diri untuk terwujudnya tujuan, atau orang ber-“husnuzhzhan”, bahwa saudara adalah seorang yang “ikhlas”, tak menagih ganti jasa, seorang qurbani, serta berani mewaqafkan diri untuk kepentingan Islam.

Sampai hatikah saudara berkhianat akan “sangka baik” orang kepada saudara itu, sehingga saudara jadikan anggota sebagai lapangan usaha untuk cari nafkah? Ingatlah tanpa ummat saudara takkan memimpin, tanpa ummat yang dipimpin jam’iyyah takkan hidup !

Apakah saudara bekerja sendiri? Tentu seorang pemimpin itu tak dapat bekerja dengan dua tangan saja. Ia tidak boleh memiliki hanya dua tangan yang ada pada dirinya sendiri. Seorang pemimpin baru dapat memimpin bila memiliki ratusan tangan, malah ribuan atau berpuluh ribu tangan. Kesemuanya itu bergerak searah dan seirama, melukiskan akan adanya pimpinan. Mereka itu adalah yang dinamakan para anggota yang taat akan pimpinannya.

Mereka bergerak seirama dan searah di bawah satu pimpinan, sebab mereka sudah bersangka baik, bahwa pemimpinnya takkan berkhianat. Dan memanglah demikian adanya, selama sangka baik para anggota terpelihara, selama itulah saudara mendapat bantuan mereka dan selama itu pulalah keseragaman terwujud.

Samakah pemimpin dan anggota? Sesungguhnya, sekalipun saudara seorang pemimpin Persatuan Islam, saudara pun adalah anggota Persatuan Islam yang berkewajiban untuk taat dan khidmat pada garis-garis perjuangan.

Saudara sebagai anggota jam’iyyah atau pimpinan jam’iyyah atau “munazhzhomah” hendaklah mebulatkan niat yang ikhlas, bahwa saudara masuk dan berada dalam lingkungan jam’iyyah Persatuan Islam, tidak berarti akan membebaskan kehendak dan membiarkan kehendak saudara berlaku semuanya.

4Tapi sebaliknya, tersebab saudara berada dalam jam’iyyah maka saudara berada dalam lingkungan yang dibatasi oleh peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan yang termaktub dalam Qanun Asasi dan peraturan-peraturan lainnya yang dikeluarkan jam’iyyah.

Tidaklah heran karenanya, saudara yang kini berada dalam lingkungan jam’iyyah, berkewajiban untuk menahan kehendak menunda kemauan yang sekiranya mencemarkan jam’iyyah, baik namanya atau perjuangannya, sekalipun saudara menjadi seorang pemimpinnya.

Ringkasnya, baik pemimpin Persis ataupun anggota Persis sama-sama berkewajiban untuk taat kepada nizham jam’iyyah Persatuan Islam.”[3]

Semoga saja, kami di antara orang-orang yang berikrar bai’at dan Ijab-Qabul perjuangan dengan Ketua Umum PP Persis Masa Jihad 2015-2020, di pagi menuju siang kemarin, dapat menunaikan tugas dan tanggung jawab yang diamanatkan dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat diharapkan.

 

By Amin Muchtar, Anggota Dewan Hisbah PP. Persis Masa Jihad 2015-2020, sigabah.com/beta

 

Lampiran. TASYKIL PP. PERSIS MASA JIHAD 2015-2020

PARA KETUA :

  • Ketua Umum : KH. Aceng Zakaria
  • Wakil Ketua Umum : Dr. H. Jeje Jaenudin, M.Ag
  • Ketua Bidang Jam’iyyah : H. Ihsan Setiadi Latif, M.Si.
  • Ketua Bidang Tarbiyah : Dr. H. Irfan Safrudin, M.Ag
  • Ketua Bidang Dakwah : KH. Wawan Shofwan Sh.
  • Ketua Bidang Maliyah : H. Uyun Kamiludin, SH. MH.
  • Ketua Bidang Hubungan : Dr. H. Dody S Truna, MA.

Masyarakat dan Kelembagaan

PARA SEKRETARIS :

  • Sekretaris Umum : H. Haris Muslim, Lc. MA.
  • Wakil Sekretaris Umum : Aay Muhammad Furqon, M.Si.
  • Sekretaris Bidang Jam’iyyah : H. Erdian, S.Ag
  • Sekretaris Bidang Tarbiyah : Drs. H. Asep Saefudin Badru
  • Sekretaris Bidang Dakwah : H. Supriatna, S.Pd, M.Pd.I.
  • Sekretaris Bidang Maliyah : H. Latif Nasharaddin, ST, MM.
  • Sekretaris Bidang Hubungan : Drs. H. Komarudin Shaleh, M. Pd.I.

Masyarakat dan Kelembagaan

PARA BENDAHARA :

  • Bendahara Umum : H. Andi Sugandi
  • Bendahara I : H. Ruspendi
  • Bendahara II : H. Rasyid Sukarya

PARA KETUA BIDANG GARAPAN (BIDGAR) :

Bidang Jam’iyyah :

  • Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya : H. Sulwan Kosasih, SH Insani
  • Pembinaan Jam’iyyah : Drs. H. Uu Suhendar, M.Ag
  • Pengembangan Jam’iyyah : H. Salam Rusyad
  • Siyasah Jam’iyyah : Drs. H. Anwarudin, M.Ag

Bidang tarbiyah :

  • Pendidikan Tinggi dan Ma’had Aly : Dr. Badri Khaeruman, M.Ag
  • Pendidikan Dasar dan Menengah Kepesantrenan : Dr. H. Dedeng Rosyidin, M.Ag
  • Pendidikan Dasar dan Menengah Umum : Dr. H. Darwis, M.Pd.
  • Pendidikan Usia Dini dan Khusus                                 : H. Hasan Natsir

Bidang Dakwah :

  • Pengembangan Dakwah dan Kajian Keislaman : Dr. Tiar Anwar bachtiar, M.Hum
  • Sumber Daya Dakwah : Drs. H. Uus Muhammad Ruhiat
  • Komunikasi Dakwah dan Kemesjidan : H. Nurmawan, M.Ag
  • Bimbingan Haji dan Umrah : KH. Zae Nandang

Bidang Maliyah :

  • Perwakafan : H. Ikun Suharyadi, SH.
  • Perzakatan                                 : Dr. H. A. Hasan Ridwan, M.Ag
  • Ekonomi dan Keuangan : H. Maulana Yusuf
  • Sosial : Ir. H. M. Faisal Nursyamsi, MBA
  • Pengembangan Sarana Fisik : H. Ahmad Husein
  • Kepala Rumah Tangga : Ir. H. Rudi Tanuwidjaya

Bidang Hubungan Masyarakat dan Kelembagaan :

  • Komunikasi dan Informasi : H. Jejen Jaenudin, M.Pd.I
  • Hubungan antar Lembaga dan Organisasi : Drs. H. Nanang Hendrayatna, M.Pd
  • Hubungan Luar Negeri : H. Yusuf Burhanudin, Lc. M.Pd.
  • Konsultasi dan Bantuan Hukum : H. Yudi Wildan Latif, SH. MH.

DEWAN-DEWAN :

DEWAN HISBAH :

  1. KH. M. Romli
  2. Prof. Dr. KH. M. Abdurrahman, MA.
  3. KH. Aceng Zakaria
  4. KH. Zae Nandang
  5. KH. Wawan Shofwan
  6. KH. M. Abdurrahman KS
  7. KH.Ad-Dailamy Abu Hurairah
  8. KH.Ahmad Mubin, Lc.
  9. KH. Taufiq Rahman Azhar, S. Ag
  10. KH. Rahmat Najib, M.Pd
  11. KH. Drs. Uus Muhammad Ruhiyat
  12. KH. Ade Abdurrahman, Lc.
  13. KH. Drs. U. Jalaluddin, M.Ag
  14. KH. Drs. A. Daeroby, M.Ag
  15. Dr. KH. Jeje Jaenudin, M.Ag
  16. KH. Salam Rusyad
  17. Drs. H. Uu Suhendar, M.Pd.I
  18. Dr. Nasrudin Syarif, M.Pd.I
  19. Drs. H. Hamid Shiddiq, M.Ag
  20. Dr. KH. Dedeng Rosyidin, M.Pd.
  21. Amin Muchtar
  22. H. Husen Zaenal Muttaqin, Lc, M.Pd.I
  23. H. Haris Muslim, Lc, MA.
  24. H. Wawa Suryana
  25. H. Teten Romli Qomaruddin
  26. Fatahillah Lc. MA.
  27. Suud Hasanudin, Lc. MA.

DEWAN TAFKIR :

Ketua                                                                                                    : Dr. Amin Fauzi, M.Si

Wakil Ketua                                                                                        : Dr. H. Rahmat Efendi, M.Pd.I

Sekretaris                                                                                           : H. Lutfi Lukman Hakim, Lc. M.HI.

Anggota                                                                                              :

  1. Yusuf Badri, M.Ag
  2. Lam-lam Pahala, M.Ag
  3. H. M. Amin Jamaludin
  4. H. Hamdani Hamid, MA
  5. H. Syamsul Falah, M.Ag
  6. Yusep Sholehudin, M.Pd.I
  7. Asep Saeful Mimbar, M.Ag
  8. Ahmad Agus Sulthoni, M.Ag
  9. Danis Wijaksana, Lc. ,M.Si
  10. Arif Rahman Hakim, Lc. ,M.Ag
  11. Uus Rustiman, Lc., M.Hum
  12. Latif Awaludin, MH., MA
  13. Tatang Muttaqin, M.Sc
  14. Malki Ahmad Nasir
  15. Khoerul Fuad
  16. M. Yamin, SH., MH
  17. Muslim Mufty
  18. Ulil Amri Syafri
  19. Nurkholis Ridwan, Lc.
  20. Akmal Burhanudin, Lc. ,MM
  21. Wildan Hasan, M.Pd.I
  22. Zaki Mubarak, M.Ag
  23. Pepen Irpan Fauzan, M.Si.
  24. Arta Wijaya
  25. Cedin Rosyad Nurdin, M.Kom
  26. H. Jajang Sobari
  27. Nurhakim Zaki, Lc.
  28. Maman Sumpena


DEWAN HISAB DAN RUKYAT :

Ketua                                                                                                    : H. M. Iqbal Santoso

Wakil ketua                                                                                        : H. Syarif Ahmad Hakim, MH

Sekretaris                                                                                           : Drs. H. Acep Saefudin Maksum, M.Ed

Anggota                                                                                              :

  1. KH. M. Abdurrahman Ks
  2. Hilman Syaukani, M.Pd.
  3. Hasan Natsir
  4. Dindin Syawaludin, M.Ag
  5. Usman Burhanudin
  6. Agus Salim

 

[1] Disarikan dari berbagai definisi antara lain versi Ibnu Khadun (Muqaddimah, hal. 209); Dr. Shalahuddin Basyuni (al-Fikri as-Siyasi ‘Indal Mawardi, hal. 189-190);  Dr. Muhamad Abdul Qadir Abu Faris (an-Nizhamu as-Siyasi fil Islami, hal. 229-300); Prof Dr. Muhamad al-Mubarak (Nizhamul Islam al-Hukmu wad Daulah, hal. 161)

[2] Lihat, Muqaddimah Ibnu Khaldun, hal. 209, pasal 29

[3] Taushiyyah kepada para pemimpin dan yang dipimpin, Risalah, Mei 1967, Hlm.37

2 thoughts on “MEMAKNAI BAI’AT PELANTIKAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *