Jokowi Bertemu GNPF-MUI, Sarana Rekonsiliasi Nasional

BANDUNG (sigabah.com)—Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menilai, pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) bisa menjadi sarana rekonsiliasi nasional.

“Inilah berkah hari raya idul fitri, sesama warga bangsa saling memaafkan, saling silaturahim, apalagi inisiatif itu datang dari pemimpin republik. Saya yakin silaturahim membawa berkah bagi bangsa ini,” kata Jazuli saat dihubungi di Jakarta, Kamis (29/6/2017).

Silaturahim ini, kata Jazuli, adalah ajaran agama yang sudah menjadi tradisi di Indonesia.

“Ini kearifan lokal Indonesia yang jarang ditemukan di negara-negara Timur Tengah sekalipun. Pada momen lebaran ini anak datang ke orang tua, murid datang ke guru, sesama teman saling bertemu, dan seterusnya,” jelasnya.

Secara khusus, Jazuli memberikan apresiasi kepada Jokowi yang berkenan menerima GNPF MUI, yang sudah sejak lama ingin bertemu dan berdialog.

“Harus kita akui bahwa bangsa ini sedang mengalami disharmoni sosial selama beberapa waktu lalu hingga saat ini, terutama sejak aksi-aksi bela Islam. Bahkan, ada upaya menstigmatisasi aksi-aksi tersebut sebagai anti-kebhinnekaan, anti-Pancasila, anti-NKRI. Ada pula persepsi kriminalisasi terhadap ulama sejak aksi-aksi tersebut sehingga menimbulkan perasaan kolektif terjadinya ketidakadilan di kalangan umat,” ungkapnya.

Dengan pertemuan silaturahim tersebut, anggota Komisi I ini berharap adanya komunikasi dan dialog langsung sehingga aspirasi ulama tersampaikan dengan baik kepada Presiden dan bisa mengakomodirnya demi menjaga persatuan dan kesatuan.

Terutama, lanjut dia, dalam hal saling menghormati antara pemeluk agama, tidak boleh ada yang menghina dan menistakan agama apapun yang diakui di Indonesia ini.

“Para ulama harus dihormati termasuk MUI yang merupakan lembaga resmi yang memiliki otoritas persoalan-persoalan keagamaan khususnya bagi umat Islam,” tuturnya.

“Pesan penting dari silaturahim tersebut, agar kebijakan-kebijakan Pemerintah dan aparat semakin berkeadilan terhadap ulama dan umat Islam sehingga bukan saja suasana kondusif yang terwujud tapi juga optimalisasi peran ulama dan umat ini dalam mengisi pembangunan Indonesia yang beradab dan bermartabat sebagaimana perannya dalam lintas sejarah perjuangan bangsa ini,” pungkasnya.

teropongsenayan.com | sigabah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *