Hari Keempat Kajian Sepekan: Munculnya Dukhan serta Kemusnahan Tiga Wilayah Bumi

BANDUNG (sigabah.com)—Munculnya dukhan serta musnahnya wilayah timur, barat, dan Jazirah Arab merupakan beberapa di antara tanda-tanda kiamat kubra. Empat kejadian tersebut dipaparkan oleh Ustaz Amin Muchtar pada edisi terakhir mengenai pembahasan akhir zaman dalam Kajian Sepekan Ramadhan 1439 H di Pendopo Pesantren Ibnu Hajar, Rabu (30/5/18).

Kemuculan dukhan merupakan kejadian yang pasti terjadi sebagaimana tercantum dalam ayat sepuluh surat al-Dukhan sebagai satu di antara beragam tanda kiamat kubra. “Yakni kabut yang nyata lagi jelas dapat dilihat oleh setiap orang,” ungkap Ustaz Amin Muchtar.

Kemunculan dukhan memiliki efek yang berbeda bagi kaum mukmin dan kaum kafir. Sebagaimana diriwayatkan oleh al-Thabari dan Ibn Abi Hatim, ketika dukhan menyentuh orang yang beriman, efek yang ditimbulkannya adalah orang tersebut bagaikan pilek. Sedangkan jika dukhan menyentuh orang kafir, efek yang ditimpakan ialah menjadikan orang kafir itu kembung sehingga kepalanya seperti dipanggang di atas bara yang panas.

Lama berlangsungnya dukhan tidak diketahui secara pasti baik dalam al-Qur’an maupun hadis sahih. “Maka cukuplah bagi kita untuk mengimani apa yang telah disebutkan oleh Allah dan Rasul-Nya tentang al-Dukhan, tanpa perlu menetapkan batasan waktu secara pasti,” jelas Ustaz Amin.

Adapun mengenai pemusnahan tiga wilayah, yakni timur, barat, dan Jazirah Arab dapat diketahui dari sabda Nabi saw. dari beberapa mukharrij. Satu di antaranya ialah riwayat Muslim dengan ungkapan, khasf bi al-masyriq, wa khasf bi al-maghrib, wa khasf bi jaziirah al-‘arab (pemusnahan bumi di timur, pemusnahan bumi di barat, dan pemusnahan Jazirah Arab).

Kata khasf dalam pembahasan ini berarti memusnahkan dengan cara menenggelamkan atau membenamkan ke perut bumi. Hal ini sebagaimana tercantum dalam surat al-Qashash ayat 81 yang artinya “Maka Kami benamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi.”

Wilayah timur yang akan dimusnahkan adalah wilayah timur yang diukur dari tempat ketika Nabi Muhammad menyabdakan hal tersebut, yakni sebelah timur Madinah. Begitupun wilayah barat. Sedangkan untuk ungkapan Jazirah Arab, tidak serta merta seluruh wilayah Jazirah Arab, tetapi dimungkinkan hanya sejumlah kabilah saja.

Khusus untuk wilayah timur, terdapat sahabat yang memberikan kejelasan mengenai lokasi tertentu yang dimaksud. “Ada ulama yang menekankan bahwa yang dimaksud sebelah timur itu persisnya Irak, terutama yang paling pertama di Irak yang akan ditenggelamkan adalah kota Bashrah,” kata Ustaz Amin.

Hal ini mengacu kepada sebuah hadis riwayat Abu Daud dari sahabat Anas bin Malik yang menceritakan bahwa Nabi pernah melarang Anas untuk melewati tempat di kota Bashrah yang tanahnya asin (lapang karena sedikit pohon), dermaga, pasar-pasar, dan para penguasanya. Dijelaskan oleh Nabi bahwa tempat-tempat tersebut banyak terjadi penenggelaman (ke dasar bumi), angin topan, dan gempa bumi.

Mengenai penyebab terjadinya pemusnahan tiga wilayah tersebut terdapat sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Thabrani di mana Nabi menyatakan bahwa sepeninggal beliau akan terjadi penenggelaman di wilayah timur, barat, dan Jazirah Arab. Kemudian Ummu Salamah bertanya apakah tetap akan ditenggelamkan sementara di dalamnya ada orang-orang salih. Maka Nabi menjawab bahwa tetap akan ditenggelamkan jika penduduknya sudah banyak melakukan kefasikan dan kekejian.

“Maka kesalehan seseorang sudah tidak kuat menopang bumi untuk bertahan. Maka akhirnya Allah memberikan kewenangan kepada bumi untuk hancur,” tegas Ustaz Amin Muchtar. (/IF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *