GILIRAN 12 SANTRI BERPELUANG RAIH ANUGERAH

Sigabah.com – (Bandung). Sabtu (17/9/2016) merupakan hari yang sangat bersejarah bagi Pesantren Ibnu Hajar pada umumnya, 12 orang di antara 30 santri Pesantren Ibnu Hajar angkatan I (2015-2016) pada khususnya. Pasalnya, di hari itu mereka telah diberi peluang oleh Allah guna meraih kemuliaan derajat di sisi-Nya melalui keikutsertaan dalam Program Kaderisasi Ulama (PKU) Level I (Mujtahid Fatwa) yang diselenggarakan oleh Pesantren Ibnu Hajar.

Untuk mencapai harapan itu, mereka diharuskan mengikuti tahapan penelusuran bakat dan kemampuan melalui test tulisan dan wawancara. Test secara tertulis dilaksanakan sejak pagi, pukul 09.15 WIB hingga Zuhur. Setelah melaksanakan shalat berjamaah, makan siang dan rehat, mereka diwawancarai secara individu oleh Pembina Pesantren hingga menjelang Magrib, berdasarkan urutan daftar tunggu yang telah ditetapkan oleh Pesantren Ibnu Hajar.

Sebelumnya, tipe kepribadian, bakat dan minat mereka terhadap bidang studi yang diajarkan di Pesantren Ibnu Hajar telah dijajaki dengan teknik wawancara tertulis. Bidang studi dimaksud meliputi (1) ‘Ulum al-Qur’an, (2) ‘Ulum al-Hadits, (3) Ushul Al-Fiqh, (4) ‘Ilmu Al-fiqh, (5) ‘Ilmu Al-Kalam, (6) Ilmu Hisab & Rukyat. Hasil wawancara terhadap 12 santri, yang direkomendasikan layak mengikuti PKU Level I itu,  menunjukkan bahwa bidang studi paling diminati oleh 12 santri itu meliputi ‘Ulum Al-Hadits diminati 6 santri.  ‘Ulum Al-Qur’an diminati 3 santri. Ushul Al-Fiqh oleh seorang santri, dan sisanya 2 orang berminat pada Ilmu Hisab & Rukyat. Sementara terhadap ‘Ilmu Al-Kalam, minat mereka berada pada urutan No. 4 hingga No. 6.

20-sep-16

Sehubungan dengan status seluruh bidang studi ini diwajibkan secara kolektif (waajib kifayaah) oleh Pesantren Ibnu Hajar, artinya setiap bidang studi wajib diwakili minimal oleh seorang santri, maka penetapan peserta PKU Level I untuk bidang ‘Ilmu Al-Kalam dilakukan dengan cara qur’ah, yaitu upaya memilih sebagian pilihan (alternatif) dari keseluruhan pilihan yang tersedia melalui mekanisme undian. Mekanisme ini merujuk kepada kebiasaan Nabi mengundi para isterinya untuk menetapkan siapa di antara mereka yang berhak ikut mendampingi beliau dalam sebuah perjalanan. Begitu pula petunjuk Al-Qur’an tentang Nabi Yunus As. yang melakukan undian untuk menentukan siapa di antara penumpang perahu yang harus di buang ke laut. Dan beliau justru keluar sebagai orang terpilih melalui undian.

Mekanisme Qur’ah diberlakukan pada santri di bidang studi ‘Ulum Al-Hadits, bidang ilmu yang paling banyak diminati,  untuk mengambil dua orang di antara enam santri sebagai duta Ilmu Al-Kalam. Proses Qur’ah itu dilakukan melalui dua tahapan. Tahap pertama, melalui enam putaran. Dalam tahap ini, terdapat tiga santri yang berpeluang sama sebagai duta. Maka dilanjutkan pada tahap kedua untuk memilih dua orang. Pada tahap ini, Qur’ah dilakukan dalam tiga putaran dan diperoleh hasil dua orang yang mewakili santri angkatan I (2015-2016) sebagai duta bidang studi Ilmu Al-Kalam.

Pada tahun pelajaran II (2016-2017) yang dimulai hari ini (Selasa, 20/9/2016), santri peserta PKU Level I itu akan dibimbing dan diarahkan oleh Dewan Asatidzah pesantren Ibnu Hajar, baik secara kurikuler maupun ekstra kurikuler agar mereka dapat mengelola berbagai potensi diri yang telah dianugerahkan Allah kepadanya.

Bagi santri yang terkendala menggapai kemuliaan hidup melalui jalur keulamaan akan diarahkan dan dibimbing untuk meraih kemuliaan itu melalui jalur lain sesuai potensi mereka yang telah terpetakan dalam laporan hasil psikotes kepribadiannya.

Perlu diinformasikan di sini, bahwa santri peserta PKU Level I dinyatakan lulus apabila telah memenuhi beberapa persyaratan, antara lain santri dapat mencapai tujuan umum dan khusus program dan bidang studi. Tujuan Umum diukur dengan aspek (1) ‘adalah (moral-akhlaqul karimah) dan (2) dhabth (kapasitas intelektual). Sedangkan Tujuan khusus diukur dari aspek: (1) mampu membaca teks kitab wajib bidang studi yang bersangkutan sesuai dengan kaidah bahasa Arab, (2) mampu menerjemah teks secara harfiyyah dan maknawiyyah sesuai dengan EYD, (3) mampu memahami maksud penulis. Selain itu, dapat melaksanakan Tugas bidang dan program studi di akhir semester dan akhir tahun pelajaran. Juga, tahsin dan tahfizh Al-Qur’an serta Tahfizh Hadits sesuai standar yang ditetapkan oleh Dewan Asatidz Pesantren.

Semoga saja, mereka dapat menjadi generasi pelanjut dan penyambung estafeta perjuangan para ulama dalam seruan untuk berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunah, memelihara akidah dari berbagai virus menyesatkan, memurnikan pemahaman tentang Islam serta penerapannya dalam segala aspek kehidupan.

Reporter Tim Sigabah Publika

Editor: Amin Muchtar, sigabah.com/beta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *