UMART BANGUN SINERGI DENGAN BUMDESA MEKAR MANDIRI

SUKAMANAH (sigabah.com)—Desa-desa tampak mulai bergeliat dengan berbagai potensi yang dimilikinya. Di bawah pengelolaan badan usaha milik desa, atau yang disingkat dengan BUMDes, sejumlah desa wisata bahkan telah membuat sebuah desa menjadi sangat mandiri.

Peningkatan keberadaan BUMDes memang sangat signifikan. Jika pada 2014 BUMDes di Indonesia hanya 1.022 unit, awal 2017 jumlahnya telah 18.446 unit. Jumlah ini pun diyakini akan terus meningkat karena salah satu amanah dalam penggunaan dana desa, selain untuk pembangunan infrastruktur, juga untuk peningkatan perekonomian masyarakat, salah satunya melalui wadah bernama BUMDes.

Pembentukan BUMDes merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan perekonomian desa, dimana BUMDes merupakan perwujudan dari wirausaha desa yang pengelolaannya  secara mandiri dilakukan oleh desa. Namun, sejauh ini upaya tersebut belum sepenuhnya terlaksana. Ada sebagian desa yang telah sukses mengembangkan BUMDes. Di sisi lain masih banyak desa yang belum berhasil menggali potensi usaha di desanya. Tidak sedikit pula pemerintah desa yang mengaku kesulitan mengembangkan peluang usaha BUMDes-nya.

Tampaknya, pendampingan desa untuk mengawal perjalanan BUMDesa-nya harus terus diupayakan.  Upaya menuju ke arah itu sedang diusahakan oleh berbagai pihak, baik Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa beserta jajarannya, pemerintah desa dan pengurus BUMDes-nya maupun berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan perekonomian masyarakat desa.

Dalam rangka pembinaan dan pendampingan usaha yang dijalankan oleh BUMDESA, Komunitas Yayasan dan Pesantren Ibnu Hajar, sebagai pelopor gerakan Ekonomi Berjamaah Kerakyatan dengan brand UMART, kembali hadir di Kabupaten Garut, Kecamatan Bayongbong, Desa Sukamanah dengan BUMDESA-nya Mekar Mandiri.

Bertempat di Bale Desa Sukamanah, Tim UMART mendapat amanah untuk menyampaikan materi pelatihan tentang Manajemen Retail Desa Berkarakter Majemuk, yaitu memfungsikan BUMDes sebagai pemasok utama kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi di bidang jasa, perdagangan, dan manufaktur (produksi). Pada sisi lain berfungsi sebagai penyalur hasil produksi masyarakat desa (produk pertanian, home industry, industri mikro) ke pasar lokal atau antar desa, bahkan pasar internasional.

Dalam acara pelatihan hari Rabu 16 Agustus itu, dihadiri pula oleh Kepala Desa Sukamanah, Bapak Entam Rustam, Camat Bayongbong, Bapak Santari S. Sos. M.Si juga Koramil. Acara diisi pula oleh Kasi Pengembangan Lembaga Ekonomi Desa DPMD Kab. Garut, Bapak Asep Jaenuddin, serta Kasi Pengembangan Usaha Ekonomi Desa DPMD Kab. Garut, Bapak Hanhan. Selanjutnya, Bapak Usep Tedi Gunawan dari Asosiasi BUMDesa Kab. Garut.

Acara dilanjutkan dengan bincang santai antara Tim UMART bersama Kepala Desa Sukamanah, Bapak Entam Rustam, dan Bapak Cecep Sunandar Ketua BUMDESA Mekar Mandiri, Desa Sukamanah, Pejabat DPMD Kab. Garut, serta perwakilan asosiasi BUMDESA Kab. Garut seputar pemetaan potensi desa dan desain program pengembangan usaha, khususnya BUMDESA Mekar Mandiri di Desa Sukamanah Kec. Bayongbong, Kab. Garut.

Acara pelatihan ini difasilitasi oleh Bapak Aep Saepullah, S.Ag sebagai Sub Bidang Hukum dan Komitmen asosiasi BUMDESA Kab.Garut. yang juga menjabat sebagai Koordinator UMART Kab. Garut.

Reporter: Ibad Baharuddin, sigabah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *