STATUSMU DI DUNIA SAAT INI

Dear Universitas Kehidupan

Aku mau bercerita dengan pena tentang dunia tempat tinggalmu saat ini.

 Perjalanan dari Tasik ke Bandung dengan menggunakan kendaraan umum (Baca: Bus) tak pernah sepi dari para penyanyi jalanan. Ada lirik yang sengaja mereka buat untuk nyentil para pejabat berdasi, ada juga lagu-lagu yang sudah popular, yang membuat para penumpang bis bernostalgia dengan lagu yang dinyanyikan. Dipenuhi juga dengan para pedagang asongan yang terus mondar-mandir sekiranya dagangan mereka belum laku. Belum lagi bapak-bapak yang hanya membawa amplop-amplop berisi surat permohonan dana untuk pembangunan masjid, yang katanya itu sedang dibangun di daerahnya. Hampir di setiap WC umum ada penjaganya, mungkin omelan ini ada benarnya: “Di Indonesia ini, mau Buang Air Kecil atau Buang Air Besar aja bayar.” Mungkin kondisi seperti ini sama dengan bis antar daerah di kota lainnya.

Beralih dari Bis antar kota ke Bis kota. Tiap kali naik bis kota selalu berjumpa dengan sebuah komunitas yang mengatasnamakan KPJ (Komunitas Pengamen Jalanan), di mana saat mereka mengamen tidak hanya satu orang tapi bergerombol. Baru saja rehat sejenak, telinga penumpang sudah disuguhi lagi kecrekan seorang bocah, yang naik menggantikan KPJ, dengan menyanyi seadanya sambil memelas meminta uang kepada para penumpang. Ditambah lagi dengan pedagang yang menawarkan beragam buku-buku do’a-do’a, buku-buku kesehatan yang langsung disimpan dihadapan para penumpang. Berhenti di lampu merah, ada yang megang kemoceng lagi membersihkan kaca-kaca mobil yang sedang berhenti, ada pula bocah-bocah kecil yang meminta-minta tanpa melakukan apapun, di trotoar jalan ada yang memainkan atraksi monyet (baca: ronggeng monyet), ada banci-banci yang menggoda para pengguna jalan sambil menyanyi dengan membawa kecrekan, ada pula pedagang asongan dengan beragam jenis barang dagangan, belum lagi dipenuhi dengan pemuda-pemuda yang dipenuhi tato di wajahnya yang diwarnai dengan anting yang besar di telinganya dengan style rambut penuh warna menggunakan celana bolong-bolong yang memasuki tiap angkutan umum yang sedang berhenti, memelas para penumpang supaya memberi uang recehannya dengan logat bicara dan bau yang khas. Belum lagi di trotoar-trotoar jalanan yang dipenuhi dengan orang-orang yang tidur beratapkan langit beralaskan tanah, karena memilih untuk tidur di jalanan.

Kita beralih ke belahan dunia yang berbeda dengan cerita di atas. Menelusuri jalanan kota yang kokoh menjulang gedung-gedung pencakar langit, mobil-mobil mewah dan motor-motor yang merajai jalanan, apartemen-apartemen mewah dibangun, para penumpang diangkot bukan lagi ngobrol dengan sesama temannya tapi sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Kelas-kelas VIP dibangun dalam setiap tempat mulai dari Rumah sakit, ticket nonton konser, seminar-seminar/workshop, tempat-tempat hiburan ramai dikunjungi banyak orang terutama generasi muda, dan lain sebagainya.

Pabrik-pabrik semakin menjamur yang memiliki karyawan begitu banyak, yang sebagian dintaranya yaitu para wanita-wanita muda dan para ibu-ibu. Info-info lowongan pekerjaan pun semakin menjamur, dari mulai media cetak dan online, sampai secarik kertas yang dibagikan ke setiap orang yang lewat atau ditempel memenuhi dinding-dinding yang kosong membuat orang-orang berbondong-bondong membuat lamaran pekerjaan. Para pekerja yang berangkat gelap, pulang gelap.

Dunia yang kita tempati sekarang, dunia seperti apa ini? Alam semakin menyesakkan dada, yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Sebetulnya apa yang kita cari di dunia ini ? Manusia terlalu asyik dengan dunianya sendiri.

Apapun yang dilakukan tak akan bernilai apa-apa dihadapan Allah jika tidak diniatkan untuk ibadah serta tidak sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya. Yang meninggikan derajat manusia dihadapan Allah bukanlah jabatan, harta, tingkat pendidikan, melainkan ketaqwaan kita sebagai makhluq yang bernama manusia kepada Sang Kholiq (Pencipta). Dalam hal ini, Allah Swt. telah mengingatkan melalui firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku – suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat : 13)

 Dan tahukah kamu, bumi yang ditempati saat ini, dunia yang kita banggakan saat ini tidaklah abadi, hanya sekejap mata. Jika Allah berkuasa terhadap apa yang kita miliki saat ini, baik berupa harta, jabatan, gelar yang kita bangga-banggakan, semuanya dapat sirna karena yang abadi bukanlah dunia yang kita tempati saat ini, tapi kehidupan dunia yang tak abadi ini akan membuatmu abadi kelak di kehidupan akhirat, jika kita membawa bekal sebanyak-banyaknya sewaktu kita hidup di dunia yang telah Allah berikan untuk kita.

وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al-Ankabut: 64)

Statusmu di dunia saat ini hanya sementara, ada kehidupan yang jauh lebih indah dan abadi yang menantimu.

By: Arina Musallamatul Husna, sigabah.com/beta

4 thoughts on “STATUSMU DI DUNIA SAAT INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *