Skenario Polisi: Massa Akan Didorong dari Bawaslu Hingga ke Bunderan HI

Dalam pengamanan massa, aparat kepolisian akan mendorong massa yang berada di depan kantor Bawaslu hingga ke Bunderan HI. Posisi tersebut akan menjauhkan massa aksi dari obyek vital Istana Negara.

Pantauan wartawan Kiblatnet, di depan Wisma Nusantara Jalan Thamrin terpantau sekitar seribu polisi anti huru-hara berseragam lengkap dengan tameng dan pentungan.

Pernyataan polisi yang akan mendorong massa ke Bunderan HI itu didengar sendiri oleh wartawan Kiblat.net ketika ingin mencoba menuju depan Bawaslu dari arah Patung Selamat Datang Bundaran HI.

Namun oleh polisi yang tidak bersedia menyebutkan namanya itu meminta wartawan Kiblat untuk tetap berada di Patung Selamat Datang, karena massa akan didorong ke Bunderan HI.

“Di sini saja mas, nanti massa akan kita dorong ke sini,” ujar polisi berseragam hitam.

Di area Bundaran HI, personel yang bertugas terlihat memakai topeng masker. Terlihat juga kendaraan water canon dan anggota yang membawa senjata pelontar gas air mata. Di badannya dikalungkan beberapa peluru besar gas air mata.

Bersama ratusan polisi itu, terdapat satu mobil kendaraan taktis, kemudian disusul dua truk bermuatan tameng polisi.

Salah seorang anggota dari Sabhara dari Kepulauan Riau yang diajak berbincang menyeletuk dengan logat khasnya, “Seru ini nanti bubarkan massa, kocar-kacir. Nanti jam 10 harusnya sudah bersih ini,” ujar polisi berbadan tambun itu.

Untuk menyalakan semangat, aparat berseragam hitam-hitam itu berteriak menyanyikan mars saling bersahut-sahutan.

Tak berselang lama, setelah wartawan Kiblat bercengkrama dengan polisi berbadan tambun itu, datang lagi sekitar dua ratus polisi berseragam hitam dari Jalan Sutan Syahrir.

Di Jalan Sutan Syahrir sendiri, terdapat satu kendaraan panser yang terlihat bersiaga. Tak terlihat satupun anggota TNI yang membersamai Polisi tersebut.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Fajar Shadiq

sigabah.com | kiblat.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *