SIAPA IDOLAMU ?

Layar televisi kita sering kali diwarnai dengan berbagai macam berita politik, sosial, budaya, ekonomi, dan kriminal, dari mulai kasus balita sampai lanjut usia hampir tiap jam. Dari mulai kasus keluarga sampai individu. Belum lagi sinetron-sinetron yang semakin marak dan digandrungi anak-anak sampai lanjut usia. Beragam informasi yang masuk kedalam akal pikiran kita setiap harinya ditelan bulat-bulat dan akhirnya masuk kedalam akal pikiran dan menjelma menjadi pola perilaku.

Seorang anak usia balita mempunyai idola dari apa yang ditontonnya, bahkan sampai hafal nama, lagu, dan karakter yang diperankannya, mereka dengan senangnya meneladani apa yang mereka tonton bahkan bajunya pun ingin sama dengan apa yang mereka lihat di televisi. Para aktor-aktor dan aktris-aktris yang ada di televisi menjadi idola mereka. Belum lagi film-film kartun yang semakin banyak mewarnai dunia anak-anak. Orang tua merasa senang ketika mereka hafal atau menirukan idolanya yang ada di TV, bahkan orangtua sampai berbondong-bondong mengikutsertakan anak-anaknya untuk berkompetisi dalam berbagai ajang pencarian bakat, dengan “baju yang seadanya” orang tua-orang tua muslim sangat senang mempertontonkan anak-anaknya di layar televisi.

Belum lagi kemasan-kemasan issu di media yang begitu menarik masyarakat, mampu mengubah pola pikir masyarakat yang ikut larut ketika ada sebuah kasus yang sedang terjadi. Apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar dilingkungannya secara psikologis akan mempengaruhi tingkah laku mereka.

Dunia saat ini dipenuhi dengan “Generasi Menunduk”, di mana dunia yang nyaman dengan gadgetnya masing-masing tanpa peduli lingkungan sosialnya, dunia yang asyik dengan dunianya sendiri tanpa memperhatikan orang lain disekitarnya. Kecanggihan gadget yang mereka miliki mempermudah untuk mengakses berita apapun, bahkan anak TK pun tak sedikit yang sudah difasilitasi gadget oleh orang tuanya. Dengan begitu beragam informasi akan mudah mereka terima tanpa filter kebenaran informasi yang didapatkan.

Orang-orang muslim saat ini mengidolakan orang-orang Barat yang jelas-jelas ideologinya bukan Islam, dan akhirnya melupakan yang harusnya menjadi teladan bagi mereka. Menjauhkan diri dari apa yang seharusnya menjadi pegangan hidup, yakni Al-Quran dan As-Sunnah. Tetapi malah senang untuk meneladani idola-idola yang jauh dari ajaran Islam.

Sebagai seorang muslim hendaknya tidak susah lagi mencari sosok yang diidolakan, karena sudah jelas sosok yang menjadi teladan bagi umat manusia yakni Rasulullah saw. sebagai pembawa berita kebenaran bagi umat manusia, pemilik Akhlaq mulia yang tercermin dalam perilakunya. Generasi-generasi terbaik yang sezaman dengan Rasululullah saw., yakni para sahabat, yang perlu diteladani dari kekuatan tauhid yang tertanam dalam dirinya, akhlaq mulia yang tercermin dalam perilakunya, ketaatan menjalankan ibadah yang diperintahkan oleh Allah Swt., dan Rasul-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Wanita-wanita terbaik disekitar Rasulullah saw., yang bisa dijadikan teladan bagi para ibu dalam mendidik anak, begitu pula metode Tarbiyah Nabi kepada para sahabatnya yang bisa dijadikan sebagai acuan kurikulum dalam pendidikan.

Dalam Al-Quran, Allah Swt. berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” QS. Al-Ahzab: 21

Lalu, kita bertanya pada diri kita masing-masing. Siapa Idolamu ?

By Arina Musallamatul Husna, sigabah.com/beta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *