Shaum Arafah Merujuk Pada Tanggal, Bukan Tempat Wukuf Di Arafah

Dikabarkan Arab Saudi menetapkan hari wukuf jatuh pada Senin 20 Agustus dan Idul Adha di sana Selasa 21 Agustus 2018. Sementara Pemerintah RI telah menetapkan berdasarkan sidang itsbat Idul Adha di Indonesia jatuh pada Rabu 22 Agustus. Bagaimana menyikapi perbedaan tersebut?

Guru astronomi kita, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, menyatakan:

Pertama, kita menghargai keputusan Arab Saudi yang didasari pada hasil rukyat mereka. Secara syar’i sah. Namun secara astronomi boleh dipermasalahkan. Ketinggian hilal di Arab Saudi hanya sekitar 2 derajat. Hilal yang sangat tipis karena sangat dekat dengan matahari tidak mungkin mengalahkan cahaya senja (cahaya syafak). Dengan teleskop dan kamera yang paling sensitif pun belum ada bukti kesaksian hilal yang sangat rendah tersebut.

Kedua, di Indonesia telah disepakati bahwa Idul Adha tidak mengikuti keputusan Arab Saudi, tetapi mengikuti ketetapan awal Dzulhijjah berdasarkan rukyat dan hisab di Indonesia. Hari Arafah merujuk pada 9 Dzulhijjah, bukan merujuk tempat wukuf di Arafah.

Pandangan Prof. Dr. Thomas diperkuat pula oleh analisa Ustadz Amin Muchtar sebagai berikut:

A. Sejarah Penyebutan Arafah

  • Penamaan Arafah, baik sebagai nama hari (ismul yaum)maupun nama tempat (ismul makaan), sudah digunakan sebelum disyariatkan ibadah haji.
  • Penamaan Arafah bukan karena pelaksanaan wukuf dalam ibadah haji (fi’lun). Dengan perkataan lain, fi’lun(wukuf dalam ibadah haji) bukan muqaddamah wujud penamaan Arafah.

Baca hujjah selengkapnya di sini

B. Struktur Kalimat (Shaum Arafah) dan Latar belakang penamaannya

  • Penamaan Shaum itu dengan yaum Arafah menunjukkan bahwa pelaksanaan shaum tersebut terikat oleh miqat zamani(tanggal 9 Dzulhijjah), bukan karena fi’lun (wukuf dalam ibadah haji).
  • fi’lun (wukuf dalam ibadah haji) bukan muqaddamah wujud disyariatkannya shaum Arafah. Karena itu, penamaan tersebut tidak dapat dijadikan dalil bahwa waktu shaum itu harus bersamaan dengan pelaksanaan wukuf di Arafah.

Baca hujjah selengkapnya di sini

C. Sejarah Penetapan Shaum Arafah dan Iedul Adha

  • waktu pensyariatan Shaum Arafah dan Iedul Adha lebih dahulu daripada pensyariatan wukuf di Arafah.
  • wukuf di Arafah bukan muqaddamah wujud(syarat) shaum Arafah dan pelaksanaan Iedul Adha.

Baca hujjah selengkapnya di sini

Dengan demikian, kita tidak perlu bimbang untuk melaksanakan shaum Arafah di Indonesia pada Selasa 21 Agustus.

By Tim sigabah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *