RATUSAN JAMAAH PERSIS ANTUSIAS IKUTI TABLIGH AKBAR

Untuk pertama kalinya, acara tabligh akbar hadir ditengah-tengah jamaah Persis PC.Persis Gambir, Jakarta Pusat. Acara yang merupakan kerjasama dakwah antara PW Pemuda Persis DKI Jakarta dengan PD Persis Jakarta Pusat digelar di Masjid An Nuur, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, pada Ahad (16/12) dengan penceramah Ustadz Amien Syaifullah Mukhtar, Founder Lab. Hadist Ibu Hajar Institute, Bandung yang juga merupakah angoota Dewan Hisbah PP Persis.

Tabligh akbar yang mengangkat tema “Abad 15H Adalah Kebangkitan Islam, FAKTA atau MITOS”, merupakan acara yang bisa dikatakan spesial. Pasalnya, kajian rutin pada pekan ketiga disetiap bulan dengan pemateri tetap Ustadz Amien Syaifullah Mukhtar seyogyanya di laksanakan di Masjid Ihyaus Sunnah, matraman, Jakarta Timur dalam kemasan acara Muthola’ah wa Mubahatsah (MwM), kali ini di pindah tempatkan di masjid An Nuur dengan sedikit merobah format acara menjadi Tabligh Akbar.

Acara yang dihadiri oleh sekitar dua ratusan jamaah Persis Gambir dan sekitarnya juga di hadiri oleh Lurah Petojo Utara, aparat Polisi dan TNI, juga di jaga oleh tiga personil dari Brigade Persis DKI Jakarta.

Di awal ceramahnya, Ust Amien menyampaikan sebuat hadist yang diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Buistu Ana wa Sa’ah Kahatain”
“Jarak diutusnya aku dan hari Kiamat seperti dua (jari) ini”. Anas Radhiyallahu anhu berkata, “Dan beliau menggabungkan jari telunjuknya dengan jari tengah.”

Dalam paparan berikutnya beliau mengklasifikasikan Fase2 yang akan dilalui oleh ummat Islam hingga akhir jaman, fase2 tersebut adalah :

Pertama, fase nubuwah (Kenabian) terjadi dalam kurun waktu tahun 610-633 (23 thn),
Kedua, fase Khilafah ala manhaji nubuwah (Khilafah atas manhaj Nabi), mulai sejak Abu Bakar sampai wafatnya Ali bin Abi Thalib, Al khilafa fii umatti tsalatsina sanaah, berlangsung selama 30 tahun.
Ketiga, fase Mulkan Adzon (Raja yang Mengigit), berlangsung selama 14 Abad (1400 thn) dimulai dari setelah wafatnya Ali bin Abi Thalib sampai hancurnya Turki Ustmani pada tahun 1924.
Keempat, fase Mulkan Jabriyyatan (Kepemimpinan yang Otoriter), untuk fase ini nabi tidak meyebut angka melainkan hanya menyebut indikasi, umat islam akan menjadi ummat mayoritas di seluruh dunia tp jumlah yg banyak ini scr kuantitatif tdk berbanding lurus dg kualitas. Fase dimana ummat islam menjadi bulan2an dan keterpurukan dalam berbagai aspek.
Kelima, Khilafah ala Manhaji Nubuwah (kejayaan jilid II di generasi terakhir). Di masa ini akan tampil kelompok elit kaum muslimin (thofah Mansyuroh) yang lebih baik dari generasi sebelumnya, ini merupakan awal kebangkitan ummat islam.
Walapun nabi tidak menyebutkan abad 15 sbg kebangkitan ummat islam, namun nabi menyebutkan bahwa kebangkitan ummat islam adalah sebuah keniscayaan.

Diakhir ceramah nya beliau menyampaikan pentingnya menyiapkan generasi-generasi terbaik dari anak cucu kita untuk menjadi generai terbaik akhir jaman (menjadikan rumah2 kita sebagai madrosah dalam menciptakan thoifah mansyuroh). Mereka adalah :
1. Generasi yang komitmen kepada kebenaran
2. Senantiasa taat dalam melaksanakan perintah Alloh
3. Akan selalu tampil dipermukaan untuk menunjukan rasa tidak takut kpd apapun selain Alloh
4. Memiliki tingkat kesabaran dan ketabahan luar biasa
Acara tabligh akbar berlangsung dengan baik. Para jamaah sangat antusias. Terbukti, berbagai pertanyaan bermunculan dalam sesi tanya jawab. Semoga dengan diselenggarakannya Tabligh Akbar kali ini bisa menjadi pemicu acara-acara serupa di lain waktu (YS).

sigabah.com | persisjakarta.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *