PERNYATAAN SIKAP BERSAMA KELUARGA BESAR PERSIS JABAR

(PW. Persis Jabar, PW. Persatuan Islam Istri Jabar, PW. Pemuda Persis Jabar, PW. Pemudi Persis Jabar, PW. Himpunan Mahasiswa Persis Jabar & PW. Himpunan Mahasiswi Persis Jabar)

 

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Terkait tragedi 1 Syawwal 1436 H yang terjadi di Tolikara Papua, dengan ini Keluarga Besar Persis Jawa Barat menyatakan sikap resminya sebagai berikut:

  1. Mengutuk tindakan Gereja Injil di Indonesia Daerah Tolikara Papua yang telah secara sah dan meyakinkan telah mengeluarkan surat edaran yang berisi larangan bagi komunitas ummat Islam untuk melaksanakan berbagai tuntunan syariatnya, seperti, pelarangan shalat Iedul Fitri di Wilayah Tolikara dan Pelarangan Penggunaan Jilbab bagi Komunitas Muslimah di Tolikara Papua.
  1. Mengutuk pembubaran shalat Iedul Fitri yang diikuti dengan Perusakan serta Pembakaran Kios berikut Masjid di Tolikara oleh sejumlah orang yang diyakini terprovokasi oleh surat edaran dari GIDI Daerah Tolikara Papua.
  1. Mengutuk tindakan-tindakan GIDI Daerah Tolikara yang telah secara terang benderang merusak tenun kebangsaan Indonesia yang telah sekian tahun dianyam dan dibina secara apik oleh seluruh komponen bangsa, termasuk ditenun oleh salah satu tokoh Persis Buya Muhammad Natsir dengan Mosi Integralnya.
  1. Mendukung seluruh upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat hukum dalam hal ini kepolisisan Republik Indonesia dalam mengusut dan menyeret seluruh pelaku juga aktor intelektual di balik kejadian tragedi 1 Syawwal 1436 H di Tolikara.
  1. Menolak seluruh upaya provokatif untuk menghadap-hadapkan ummat Islam dengan penduduk asli bumi Tolikara Papua. Tolikara dan Papua adalah lahan dakwah bagi ummat Islam yang harus terus didekati dengan pendekatan terbaik agar Islam suatu saat berjaya di Bumi Tolikara Papua.
  1. Meminta kepada seluruh pimpinan negara agar menjaga sikap untuk tidak sembarangan mengeluarkan pernyataan di ruang publik. Pernyataan Wapres Jusuf Kalla tentang Speaker yang kemudian dibantah oleh Kepala BIN Sutiyoso adalah bentuk nyata dari ketidakmampuan pemimpin negeri dalam memberikan respon terukur dalam menghadapi tragedi Tolikara.
  1. Mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang proyek DERADIKALISASI yang selama ini hanya dan selalu ditujukan bagi komunitas muslim di tanah air. Kejadian di Tolikara membuktikan dengan nyata bahwa potensi kekerasan bisa muncul di mana saja.
  1. Mendesak media massa untuk bersikap objektif, proposional dan profesional dalam proses pemberitaan terkait tragedi Tolikara.
  1. Mendukung seluruh upaya yang dilakukan oleh segenap komponen anak bangsa di Papua untuk mewujudkan Papua yang damai dan berkemajuan.
  1. Mendorong segenap kekuatan Ummat Islam untuk memberikan bantuan terbaik guna pembangunan ulang infrastruktur yang akan bermuara pada pengembangan dakwah di Bumi Tolikara Papua. Dari mulai membangun Masjid baru yang lebih representatif, hingga pembangunan sekolah/madrasah serta pengiriman Asatidz yang terdidik dan terlatih guna berkembangnya syiar Islam di Bumi Papua.

 

Bandung, 23 Juli 2015 M./7 Syawal 1436 H.

Ditulis ulang oleh Amin Muchtar & Tim Sigabah Publika, sigabah.com/beta

 

Lampiran Naskah Pernyataan Sikap Bersama Keluarga Besar Persis Jabar

 12

Sumber: Dadang A. Fahmi, S.Pd, Wakil Sekretaris PW Persis Jabar

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *