Pengacara Bantah Ketua GNPF Terlibat Pengiriman Dana ke Turki

BANDUNG (sigabah.com) — Pengacara Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bachtiar Nasir, Kapitra Ampera, membantah kliennya terlibat dalam pengiriman dana ke Turki untuk membantu pengungsi di Aleppo, Suriah.
Menurutnya, pengiriman dana bantuan tersebut dilakukan oleh pengurus yayasan Solidaritas untuk Syam, Abu Kharis, yang dititipkan kepada pegawai Bank BNI Syariah, Islahudin Akbar.

“Itu mungkin Kapolri kurang valid infonya ke beliau sehingga sampaikan seperti yang kemarin,” kata Kapitra saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Kamis (23/2).

Ia menjelaskan, pengiriman dana bantuan itu terjadi pada Juni 2016. Ketika itu, Islahudin mengirimkan uang yang diperoleh Abu dari hasil bedah buku tentang Suriah di sejumlah masjid sebesar US$4,6 ribu.

Menurut Kapitra, Islahudin mengirimkan uang tersebut ke salah satu lembaga kemanusian Turki, Insan Hak ve Hurriyetleri Insani Yardim Vakfi atau dikenal dengan nama IHH pada Juni 2016.

“Memang ada transfer US$4,6 ribu dari Islahudin lewat rekening pribadi. Itu uang Abu, pengurus yayasan Solidaritas untuk Syam,” katanya.

Kapitra pun meminta pengiriman uang ke Turki itu tidak dikaitkan dengan donasi yang dikumpulkan oleh GNPF MUI dari umat. Menurut dia, hal itu tidak berhubungan, karena GNPF MUI belum terbentuk saat Islahudin mengirimkan uang ke Turki.

“Waktu itu aksi bela Islam belum ada. Bahkan, GNPF MUI belum lahir, Ahok juga belum menistakan agama,” tutur Kapitra.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan penyidik menemukan indikasi pengiriman dana dari GNPF MUI ke Turki. Menurutnya, Islahudin menarik uang di atas Rp1 miliar yang kemudian diserahkan kepada Bachtiar Nasir.

Berdasarkan informasi yang dipeoleh polisi, Tito menambahkan, lembaga bantuan yang menjadi tujuan pengiriman uang tersebut memiliki hubungan dengan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Apa hubungannya bisa Suriah? Saat ini pemeriksaan dan pendalaman, kami belum tetapkan Bachtiar Nasir sebagai tersangka,” kata Tito saat rapat dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu (22/2) di Kompleks Parlemen.

Pada pengujung 2016, nama Bachtiar ramai diperbincangkan di media sosial setelah akun Facebook bernama Moch Zain mengunggah informasi bahwa yayasan pimpinan Bachtiar, Indonesian Humanitarian Relief (IHR), mengirim bantuan logistik untuk mendukung kelompok pemberontak pemerintahan Bassar Al-Assad, Jaysh Al-Islam di Aleppo, Suriah.

Berdasarkan catatan CNNIndonesia.com, polisi menyatakan tengah menyelidiki dugaan tersebut. Namun sejauh ini, polisi belum pernah meminta keterangan Bachtiar sebagai pemimpin yayasan. (obs)

cnnindonesia.com | sigabah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *