Panduan Takbiran Iedul Adha

Sebagaimana telah kita maklumi bahwa saat Iedul Fitri dan Iedul Adha kaum muslim disyariatkan bertakbir. Meski demikian terdapat perbedaan durasi dan interval waktu pelaksanaan takbir di antara keduanya. Saat Iedul Fitri disyariatkan bertakbir sejak dari rumah menuju dan saat di tanah lapang tempat salat ied, hingga imam memulai salat. (HR. Al-Baihaqi dan Ibnu Abu Syibah)

Ini menunjukkan bahwa durasi dan interval waktu takbir pada Iedul Fitri sangat terbatas, yaitu sejak keluar rumah hingga shalat iedul fitri dilaksanakan. Sementara Takbir pada Iedul Adha berbeda dengan Iedul Fitri, karena durasi dan interval waktu pelaksanaannya lebih panjang selama lima hari, yaitu sejak subuh 9 Dzulhijjah hingga Ashar 13 Dzulhijjah. Di tahun 1440 H ini, berarti sejak subuh hari Sabtu tgl 10 hingga Asar hari Rabu 14 Agustus 2019

Simak panduan dan petunjuk pelaksanaannya dalam analisa Ustadz Amin Muchtar klik di sini http://www.sigabah.com/beta/mengurai-kontroversi-takbiran-iedul-adha/

2 thoughts on “Panduan Takbiran Iedul Adha

  1. Bismlh…di luhur diserat ibnu abu syaibah, upanten diserat latinkeun, nu leresna nu mana sun? ibnu abu syaibah atanapi ibnu abi syaibah? Hpntn, htr nhn(Akang Suhaya)

    1. Hatur nuhun Akang Suhaya. Kami memilih penulisan latin berdasar pada gramatika B. Indo bukan B. Arab. Kalau di Arab, mungkin seharusnya Ibnu Abi Syaibah (kalau bahasa santri, dibaca majrur “Abi” karena berkedudukan mudhof ilaihi), tetapi di B. Indo garamatikanya tidak demikian. Jadi kami menggunakan Ibnu Abu Syaibah meski tidak salah bila Ibnu Abi Syaibah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *