NILAI PROKLAMASI SHAUM RAMADHAN

Meski umat Islam secara umum telah mengetahui bahwa syariat shaum di bulan Ramadhan merujuk kepada firman Allah Swt. dalam surat Al-Baqarah : 183-184, namun tidak sedikit di antara mereka yang gagal dalam penghayatannya. Faktor kegagalan bisa jadi salah satunya disebabkan minimnya ilmu tentang hal itu.

Sejatinya penghayatan terhadap makna ayat “primadona selama Ramadhan” ini, selain dapat digunakan pendekatan faktor internal (amr dakhil), meliputi teks dan kandungan makna, juga pendekatan faktor eksternal (amr khariji) berupa sejarah proses perundang-undangannya (tarikh tasyri’), yang bisa jadi tidak terlalu familier bagi sebagian masyarakat muslim di Indonesia, meskipun pengamalan shaumnya telah puluhan kali dilakukan. Tulisan ini sebagai salah satu upaya akrabisasi masyarakat muslim terhadap penghayatan secara eksternal itu. Telusuri jejaknya di bawah ini:

Kapan Shaum Ramadhan Diproklamasikan?

Nilai Dibalik penurunan “ayat primadona Ramadhan”

By Amin Muchtar, sigabah.com/beta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *