Lawan dalam pendapat, kawan dalam berfikir

Dalam kehidupan sehari-hari banyak ragam buah fikiran dan pendapat manusia, yang mungkin bersamaan atau bertentangan. Sering terjadi pertentangan dalam pendapat yang bila tidak menyadari diri sebagai manusia yang rela dimanusiakan, pertentangan pendapat itu bisa menyebabkan perselisihan dan perkelahian dan keluarlah masalah-masalah yang di namakan hilafiah. Tetapi hal itu tidak perlu terjadi bila kesemuanya rela meninggalkan kulit kejumudan, taqlid, tahayul, dan bid’ah, sebagaimana gabah yang rela meninggalkan kulitnya demi terwujudnya nasi yang bersih putih yang memberi kemanfaatan dan kenikmatan.

Bila gabah di tempa alu, bila manusia ditempa ikhlas, jadilah ia manusia yang mungkin berbeda pendapat tapi tahu tempat kembali. Memang kita lawan dalam pendapat, tetapi kita kawan dalam berfikir untuk mencari mana yang benar dan haq berdasarkan Al-Quran dan Hadist Shahih !

Penulis : EAN / JA (KH. E. Abdurrahman / Junus Anis)
Sumber : Risalah No. 85 – 86 tahun IX, edisi Agustus 1970 M

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *