Kronologi Pembubaran Asyura Syiah di Bandung

Bismillah,,
Karena menerima banyak pertanyaan terkait peristiwa insiden Perayaan Asy syura di jalan Kembar Bandung, izinkan saya utk menyampaikan kronologis peristiwa tersebut..
1. Sekitar seminggu yang lalu saya menerima beberapa laporan dari warga Jl Kembar  kelurahan Cigereleng Bandung terkait adanya rencana Perayaan Asy syura secara besar-besaran dengan mengundang jamaah dari berbagai daerah seJabar di wilayah pemukiman tersebut yang telah menimbulkan keresahan ditengah2 warga..
Laporan tersebut juga segera ditindak lanjuti dengan pertemuan yang diadakan oleh Aparatur Wilayah setempat, Camat Regol, jajaran Muspika, Kapolsek, Danramil, dan para Ketua MUI sekec Regol, perwakilan DKM sekec Regol serta warga sekitar, pada hari Sabtu tgl 15 September 2019..
Hasilnya ditetapkanlah Petisi atas nama MUI Kec Regol yang diketuai oleh KH Rahmatullah, perwakilan2 DKM sekecamatan Regol dan warga Kec Regol khususnya wilayah kelurahan Cigereleng yang intinya menyampaikan PENOLAKAN KERAS  pelaksanaan Peringatan Hari Raya Asy Syura yang berkaitan dengan ajaran faham Syiah tersebut diwilayah Kembar Bandung..
2. Hari rabu siang tgl 19 Sept pukul 14.00 kembali diadakan pertemuan di Aula Kantor Kec Regol, bersama Ketua ANNAS KH Athian Ali, Camat Regol beserta unsur Muspika, Kapolsek dan Danramil, perwakilan MUI Kec Regol, para ketua RW dan RT wilayah kembar, beserta saya sendiri, yang intinya kembali menyampaikan penegasan penolakan kegiatan tersebut..
Malamnya saya selaku Pimpinan DPRD Kota Bandung sekaligus juga warga langsung jl Kembar, bersama-sama Kapolres Bandung Kombes Irman, Dandim Kol Arfin, dan Ust Roin mendatangi tempat penyelenggaraan Asy Syura tsb sekaligus mencoba berdialog secara langsung dengan pihak penyelenggara..
Kami tetap berusaha mengedepankan cara2 persuasif untuk menyelesaikan persoalan tersebut..
Salah seorang diantara penangung jawab kegiatan mengaku secara terbuka sebagai penganut ajaran Syiah..
Dialog berjalan alot hingga pukul 02.30 subuh.. Pihak Penyelenggara tetap berkeinginan melanjutkan kegiatan, sementara kami tetap menyampaikan amanah dari warga setempat dan juga keputusan Ormas2 Islam yg menolak..
Akhirnya diputuskan oleh Bapak Kapolres Bandung bahwa kegiatan dilaksanakan dengan batasan2 waktu dan jumlah peserta, tidak boleh dilakukan dalam skala besar dan akan terus dimonitor oleh kami mengenai jumlah peserta serta skala kegiatannya..
3. Hari Kamis 10 Muharram tgl 20 Sept, massa acara Asy Syura mulai berdatangan sejak subuh pagi..
Sementara massa warga Regol juga terus berjaga-jaga..
Kamis sore berdatangan massa Ormas2 Islam yg turut membantu, dibawah pimpinan langsung Ketua ANNAS KH Athian Ali..
Dan Massa Warga bersama para mujahid Ormas2 Islam meminta agar kegiatan tersebut tetap dihentikan..
Disaat Aksi Demo dilaksanakan, penanggung jawab kegiatan diminta hadir oleh Kapolres, bertempat dirumah saya sendiri untuk melakukan pertemuan dan pengambilan keputusan..
Hadir dalam pertemuan sore itu, mulai pukul 17.00 Kapolres Bandung, Pejabat POLDA, Unsur TNI, Kemenag, MUI Kota Bandung, MUI Regol, KH Athian Ali, KH Rahmatullah, Ust Roin, Forum RW Regol, dll..
Dan akhirnya dibuat perjanjian yang disepakati kegiatan hanya berlangsung sampai pukul 8 malam, dan pernyataan pihak penyelenggara bahwa peringatan Asy Syura secara massal TIDAK AKAN PERNAH dilaksanakan kembali ditempat tersebut..
4. Para Mujahid Warga  – Ormas Islam sambil terus melakukan Aksi orasi bersama Aparat Keamanan terus memonitor kegiatan tersebut.. dan sesuai pernyataan penyelenggara, kegiatan dihentikan pukul 8 malam..
5. Alhamdulillah, proses panjang penolakan kegiatan Asy Syura ini bisa berakhir dengan baik..
Secara khusus saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Guru-Guru kita yang rela terjun langsung berjuang Bapak KH Athian Ali, KH Rahmatullah, dan kepada para ‘Ulama serta Asatidz lainnya..
Juga kepada Kapolres Bandung, Dandim, dan kepada seluruh Aparat Keamanan yang bertugas..
Juga kepada Warga Kec Regol, MUI Bandung, ANNAS, BANDUNG FIGHTING CLUB, Jundullah ANNAS, PAS, DDI, PEJUANG QUR’AN Community, Youth of Islam, Pejuang Subuh, MIM, ONE UMMAH, Jawara, PERSIS Kec Regol, FPI, dan berbagai Ormas Islam lainnya yg telah sama2 berjuang..
Dan tidak kalah pentingnya kepada “The Power of Emak-Emak” GEMA ANNAS dibawah pimpinan mujahidah Teh Ajeng Kristinawati Hidajat, yang telah membantu menyediakan dapur umum kepada para pejuang.. 💪💪🙏🙏
Semoga Bandung selalu kondusif, dan semua pihak menghormati serta mentaati aturan Hukum.. termasuk juga menghormati nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku ditengah masyarakat..
Semoga pula Allah Azza wa jalla meridhoi perjuangan kita dan selalu membimbing kita.. Aamiin..
Gitu aja ya, END..
sumber: Fb Edwin Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *