Preloader logo

KENAPA KISAH PARA SAHABAT TETAP TERJAGA ???

Sahabat Nabi  saw. adalah  “Orang-orang yang sempat berkumpul (bertemu) dengan Nabi  Saw. atau menjumpai beliau dalam keadaan beriman kepadanya  dan meninggal sebagai seorang mukmin. “

Sahabat Nabi saw., sebagian besar berasal dan hidup di jazirah Arab. Mereka hidup antara tahun 545 M. sampai sekitar tahun 729 M. terdiri atas laki-laki dan perempuan, anak-anak sampai yang berusia tua. Karakter mereka beragam, ada yang keras, lembut, pemalu dan lain sebagainya. Mereka dari berbagai kabilah dengan status sosial dan ekonomi, serta profesi yang berbeda. Kisah-kisahnya masih terpelihara
sampai sekarang melalui lisan dan karya tulis para ulama dengan judul yang beragam. Mengapa para ulama sangat memperhatikan dan menjaga kisah-kisah para sahabat ? Bukankah mereka hidup lima belas abad yang lalu ?

Sebagian umat Islam ada yang berpandangan tidak begitu penting mengetahui kisah- kisah para sahabat, sehingga mereka kurang memperhatikannya, bahkan tidak mengagendakan untuk mempelajarinya secara khusus. Mereka merasa cukup dengan kajian al-Qur’an dan hadits sebatas tafsir dan fiqih  dengan segala variasi ilmunya. Akibatnya, kaum muslimin tidak memiliki sosok idola untuk dijadikan teladan dalam kehidupannya, juga merasa bukan bagian dari sejarah Islam. Mereka menganggap kisah tersebut sebagai kisah masa lalu yang mengagumkan saja.

Melalui tulisan ini, mari kita renungkan bersama peranan para sahabat terhadap ajaran Islam dan kontribusinya terhadap sejarah emas kaum muslimin dan peradaban manusia pada umumnya. Peranan mereka antara lain sebagai berikut :

  1. Saksi hidup secara kolektif (mutawatir) diutusnya Nabi Muhammad Saw. sebagai pembawa risalah Islam terakhir.
  2. Generasi awal penerima yang sekaligus pelaksana  dan penyebar kalimat tauhid dan dua sumber hokum Islam, yaitu al-Qur’an dan  hadits, sehingga tersebar hingga akhir zaman.
  3. Kisah mereka bisa dijadikan tuntunan pelaksanaan ajaran Islam. Praktek pengamalan Islam berbasis tauhid yang bersifat abstrak, melalui kisah mereka ajaran Islam menjadi operasional arahannya. Ruh Islam serta ketauhidannya bisa dirasakan, sehingga terdorong untuk mengamalkannya  secara optimal dan muncul  keyakinan, siapapun mampu melaksanakannya.
  4. Peletak dasar sejarah keemasan Islam antara tahun 750 M.sampai 1500 M. yang membentang luas dari Andalusia sampai Nusantara. Kekuasaan Islam meliputi   sepertiga  dunia di bawah kekhalifahan ‘Abasiyyah dan Umayah. Periode ini memberikan sumbangan sangat besar terhadap kemajuan peradaban manusia di bidang iptek.
  5. Bukti kemukjizatan ajaran Islam, di mana Nabi Muhammad membimbing dan mengarahkan kehidupan mereka dengan pondasi kesatuan tauhid dan syari’at selama 23 tahun. Hasilnya sungguh luar biasa dan mencengangkan musuh-musuh Islam, karena selama pemerintahan periode sahabat ini wilayah-wilayah yang berada di  bawah kekuasaan Persia dan Romawi satu persatu jatuh ke pangkuan Islam. Dan bisa membuktikan, dengan pengelolaan yang baik pemerintahan Islam dapat memberikan kesejahteraan yang merata pada rakyatnya.

Sungguh luar biasa peran para sahabat Nabi yang mulia. Seandainya jejak kehidupan mereka hilang, maka akan hilanglah kesempurnaan ajaran Islam. Dan jelaslah kepada kita, keterpeliharaan kisah mereka merupakan bagian skenario Allah untuk memelihara risalah-Nya yang berlaku sampai hari kiamat.

Lantas bagaimana kalau ada sebagian orang yang menistakan, menghina dan mengkafirkan para sahabat ? Sedangkan Allah mengabadikan  penghargaan dan pujian kepada mereka dalam al-Qur’an:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah.” QS. At-Taubah: 100

Dengan ayat tersebut sangat jelas keutamaan para sahabat, yaitu  kaum Muhajirin, Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka di  sisi Allah Swt. Dan masih banyak ayat-ayat al-Qur’an lainnya  yang menceritakan keutamaan dan kemuliaan akhlak mereka. Semoga kita menjadi orang-orang yang selalu berusaha mengikuti jejak keimanan dan ketauladanan mereka.  Aamiin , yaa robbal ‘alamiin.

 

Sumber: Buletin Humaira, edisi 2, April 2015

There is 1 comment
  1. artikel yang sangat bermanfaat, sanat itu memang harus terus terjaga

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#main-content .dfd-content-wrap {margin: 0px;} #main-content .dfd-content-wrap > article {padding: 0px;}@media only screen and (min-width: 1101px) {#layout.dfd-portfolio-loop > .row.full-width > .blog-section.no-sidebars,#layout.dfd-gallery-loop > .row.full-width > .blog-section.no-sidebars {padding: 0 0px;}#layout.dfd-portfolio-loop > .row.full-width > .blog-section.no-sidebars > #main-content > .dfd-content-wrap:first-child,#layout.dfd-gallery-loop > .row.full-width > .blog-section.no-sidebars > #main-content > .dfd-content-wrap:first-child {border-top: 0px solid transparent; border-bottom: 0px solid transparent;}#layout.dfd-portfolio-loop > .row.full-width #right-sidebar,#layout.dfd-gallery-loop > .row.full-width #right-sidebar {padding-top: 0px;padding-bottom: 0px;}#layout.dfd-portfolio-loop > .row.full-width > .blog-section.no-sidebars .sort-panel,#layout.dfd-gallery-loop > .row.full-width > .blog-section.no-sidebars .sort-panel {margin-left: -0px;margin-right: -0px;}}#layout .dfd-content-wrap.layout-side-image,#layout > .row.full-width .dfd-content-wrap.layout-side-image {margin-left: 0;margin-right: 0;}