Kedudukan Hadis Besarnya Pahala Sesuai dengan Besarnya Ujian

Nabi saw.bersabda:

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ، وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ

“sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Apabila Allah mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya, barangsiapa yang ridho (menerimanya) maka Allah akan meridhoinya dan barangsiapa yang murka (menerimanya) maka Allah murka kepadanya.” HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah

Kedudukan Hadis

قال الشيخ الألباني: قلت : و سنده حسن ، رجاله كلهم ثقات رجال الشيخين غير ابن سنان هذا و هو صدوق له أفراد كما في ” التقريب “

“Syekh Al-Albaniy berkata, “Menurut saya, dan sanadnya hasan, semua periwayatnya adalah tsiqah (kredibel), periwayat Al-Bukhari-Muslim selain Ibnu Sinan ini, dan ia Shaduq mempunyai riwayat-riwayat menyendiri, sebagaimana dalam Taqrib At-Tahdzib.” Lihat, Silsilah Al-Ahaadits Ash-Shahihah, I: 227

Secara makna, hadis itu dikuatkan oleh riwayat Ahmad dari Suhaib, sebagai berikut:

عَنْ صُهَيْبٍ قَالَ بَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدٌ مَعَ أَصْحَابِهِ إِذْ ضَحِكَ فَقَالَ أَلَا تَسْأَلُونِي مِمَّ أَضْحَكُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمِمَّ تَضْحَكُ قَالَ عَجِبْتُ لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ إِنْ أَصَابَهُ مَا يُحِبُّ حَمِدَ اللَّهَ وَكَانَ لَهُ خَيْرٌ وَإِنْ أَصَابَهُ مَا يَكْرَهُ فَصَبَرَ كَانَ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ كُلُّ أَحَدٍ أَمْرُهُ كُلُّهُ لَهُ خَيْرٌ إِلَّا الْمُؤْمِنُ

Dari Shuhaib, ia berkata, “Saat Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam duduk bersama para sahabat, tiba-tiba beliau tertawa, beliau bersabda, ‘Apakah kalian tidak bertanya kepadaku kenapa aku tertawa?’ Mereka bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa yang Tuan tertawakan?’ Beliau bersabda, ‘Aku kagum akan hal ihwal orang mu`min, bila mendapat kesenangan ia memuji Allah dan dan bersyukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah ia bersabar dan kesabaran itu baik baginya, tidak semua orang yang seluruh hal ihwalnya baik kecuali orang mu`min.” HR. Ahmad, Musnad Ahmad, VI: 16, No. hadis 23.975

By Ustadz Amin Muchtar, sigabah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *