KALEIDOSKOP KEUMATAN TAHUN 2017

Kaleidoskop menjadi istilah yang sering muncul di akhir tahun dalam berbagai acara, baik siaran TV/Radio maupun media lainnya. Dalam topik siaran Kaleidoskop kerap kali ditayangkan atau dibahas peristiwa-peristiwa pilihan sepanjang tahun yang dipandang sangat berpengaruh bagi dunia.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengungkapkan dua makna kaleidoskop. Pengertian pertama senada dengan Wikipedia, yaitu alat optik yang bentuk luarnya seperti keker, dilengkapi dengan dua kaca persegi panjang yang dipasang pada lapisan dalam pada salah satu ujungnya sehingga dapat memperlihatkan pelbagai gambaran yang indah dan simetris dari kepingan barang berwarna yang diletakkan di antaranya apabila dilihat dari ujung yang lain. Kaleidoskop dalam makna pertama ditemukan oleh ilmuwan asal Skotlandia bernama Sir David Brewster pada tahun 1816 setelah melakukan penelitian sejak tahun 1814. Cek di sini

Sedangkan pengertian kedua, kaleidoskop mengandung makna aneka peristiwa yang telah terjadi yang disajikan secara singkat.

Dalam makna kedua, istilah kaleidoskop mengesankan rekaman peristiwa yang diringkas menjadi lebih singkat dan padat. Rekaman peristiwa itu adalah rangkaian kejadian dari waktu ke waktu yang terarsipkan baik dalam bentuk teks, gambar, foto atau video.

Selain kaleidoskop, istilah lain yang sering digunakan pada akhir tahun oleh sebagian komunitas adalah ‘refleksi’. Lalu ada juga ‘catatan akhir tahun’. Biasanya akan berlanjut ke istilah lainya misal evaluasi, introspeksi, hingga resolusi.

Refleksi akan berisi catatan penting yang telah dilakukan dan apa dampak serta manfaatnya. Untuk evaluasi biasanya mendeskripsikan penilaian dengan apa yang telah dilakukannya sebagai bahan pembelajaran sekaligus bahan perbaikan di masa yang akan datang apabila ada kekurangan. Sedangkan introspeksi biasanya cenderung kepada personal, misalnya mengoreksi perbuatan yang telah dilakukannya agar lebih baik dan bermanfaat lagi.

Berbeda dengan tiga istilah di atas yang lebih dominan bercerita tentang masa lalu, maka untuk resolusi adalah pernyataan yang diinginkan untuk masa yang akan datang. Biasanya berisi impian atau cita-cita yang di inginkan. Ini berfungsi sebagai penyemangat dan target yang akan dicapai sesuai rencana yang telah dibuat.

Sepanjang tahun 2017 terdapat sejumlah catatan peristiwa penting yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan umat Islam. Misalnya sejumlah kejadian penting di luar negeri:Kontroversi Kebijakan Donald Trump, Kebangkitan Perlawanan Muslim Rohingya, Kebuntuan Politik dan Militer di Yaman, Rekonsiliasi Qatar-Arab Saudi.

Sementara sejumlah catatan peristiwa di dalam negeri, antara lain Kasus Hoax dan Hate Speech yang terkesan diskriminatif, anjloknya Kemerdekaan Berekspresi dan Kebebasan Pers, MK Tolak Uji Materi, Homoseksual Urung Dipidana, Akhir perjalanan Kasus Penista Agama, RUU Terorisme yang Tak Kunjung Rampung, Ketika Pewaris Nabi Dipersekusi, perjalanan Perppu Ormas Jadi Undang-undang, Kasak-kusuk Dana Haji, jejak Setahun Aksi Bela Islam 212

Kaleidoskop, refleksi, evaluasi, dan introspeksi berbagai peristiwa yang berkenaan dengan umat Islam sepanjang 2017 di atas terlalu sayang jika kita lewatkan begitu saja dan tidak dijadikan rujukan untuk resolusi pada tahun 2018 sehingga kita tetap tercatat dengan tinta emas para malaikat sebagai orang yang istiqamah dalam berpihak terhadap kebenaran (al-Haq).

By Amin Muchtar, sigabah.com/beta

Baca pula: Catatan Peristiwa Sepanjang 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *