Hari Ketiga Kajian Sepekan 1440 H: Hari Dikumpulkannya Manusia di Padang Mahsyar

BANDUNG (sigabah.com)— Pembahasan mengenai Hari Dikumpulkannya Manusia di Padang Mahsyar dipaparkan oleh Ustaz Amin Muhtar pada hari ketiga Kajian Sepekan Ramadhan, di Pendopo Pesantren Ibnu Hajar, Selasa (14/5/19).

Dalam pemaparannya, Ustaz Amin menyampaikan bahwa manusia akan dikumpulkan di padang mahsyar dalam keadaan sebagaimana awal mula diciptakan.

Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini bahwa seluruh manusia akan dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas, telanjang, dan belum dikhitan sebagaimana Allah Swt menciptakannya pada awal mula, begitu pula pada saat dibangkitkan,” kata Ustaz Amin.

Di padang mashsyar, lanjut beliau, semua manusia dikumpulkan di suatu tempat dengan posisi matahari yang sangat dekat. Kondisi panas menyengat ini menyebabkan manusia berkeringat sampai seukuran tumit, lutut, pinggang, bahkan ada yang sampai tenggelam karena keringatnya sendiri.

“Hal tersebut seukuran dengan amalan-amalan mereka dan mereka tidak akan selamat dari keringat ini kecuali orang yang Allah tetapkan keselamatan baginya,” jelas Ustaz Amin.

Selain itu, secara khusus manusia dikumpulkan di padang mahsyar dalam dua keadaan, yakni keadaan terpuji dan tercela. Golongan orang-orang terpuji adalah ahli wudhu dengan wajah putih bercahaya dan para syuhada yang membawa bekas lukanya.

Adapun golongan orang-orang tercela terdapat empat macam. Pertama, orang kafir yang berjalan dengan wajahnya. Kedua, orang sombong yang dihinakan. Ketiga, orang yang suka minta-minta padahal dirinya sanggup. Wajah orang ini terdapat bekas cakaran atau tidak berwajah. Keempat, orang khianat yang di punggungnya membawa beban khianatnya. (/IF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *