Hari Kedua Kajian Sepekan 1440 H: Tiga Tiupan Sangkakala dan Hari Kebangkitan Manusia setelah Kematian

BANDUNG (sigabah.com)—Kajian Sepekan Ramadhan Pesantren Ibnu Hajar menginjak pada hari kedua, Senin (13/5/19) di Pendopo Pesantren Ibnu Hajar. Pada pertemuan kedua ini materi yang dibahas ialah tentang tiupan sangkakala dan hari kebangkitan manusia setelah kematian yang disampaikan oleh Ustaz Amin Muchtar.

Di awal pembahasan, Ustaz Amin Muchtar menyampaikan bahwa yang dimaksud dengan al-nafkh (tiupan) pada materi ini adalah tiupan khusus.

“Yaitu tiupan khusus, di waktu yang khusus, dari Malaikat yang khusus untuk melaksanakan apa yang Allah Swt. kehendaki mengenai urusan kiamat,” kata Ustaz Amin Muchtar.

Adapun kata al-shur atau terompet terdapat perbedaan pendapat mengenai pengertian dan sifatnya. Namun, pendapat yang benar mengenai hal ini adalah pendapat yang ditunjukkan oleh berbagai hadis dari Rasulullah saw.

“Berdasarkan hal ini, maka al-shur adalah sebuah tanduk yang akan ditiup. Dan telah ada pula berbagai riwayat yang menyebutkan secara pasti bahwa yang akan meniupnya adalah Malaikat Israfil ‘alaihissalam,” tutur Ustaz Amin.

Tiupan yang akan diperintahkan Allah kepada Malaikat Israfil adalah sebanyak tiga kali tiupan. Pertama, nafkhah al-faza’. Yaitu tiupan yang membuat takut dan terkejut seluruh makhluk hidup.

Kedua, nafkhah al-sha’aq. Yaitu tiupan yang akan membuat semua makhluk yang ada di langit dan di bumi binasa. Ketiga, nafkhah al-ba’ts. Yaitu tiupan yang membangkitkan seluruh manusia dari kuburnya. Dan perlu diketahui bahwa orang pertama yang akan dibangkitkan dari kubur adalah Nabi Muhammad saw berdasarkan hadis yang diriwayatkan Muslim.

Untuk meningkatkan keimanan kepada hari berbangkit, Ustaz Amin menyebutkan lima uslub (retorika) Allah dalam berbagai dalil ketika meyakinkan tentang benarnya kejadian hari berbangkit.

“Secara umum, adakalanya untuk menegaskan hari berbangkit, Allah menggunakan sumpah. Kedua, terkadang Allah menggunakan isyarat dengan penciptaan manusia yang pertama kali mati. Ketiga, terkadang menggunakan isyarat dengan menghidupkan bumi yang sudah mati. Keempat, menggunakan retorika isyarat tentang penciptaan langit dan bumi. Terakhir, untuk meyakinkan manusia hari berbangkit digunakan gaya bahasa isyarat dengan berbagai kisah nyata kaum-kaum terdahulu,” tegas Ustaz Amin. (/IF)

2 thoughts on “Hari Kedua Kajian Sepekan 1440 H: Tiga Tiupan Sangkakala dan Hari Kebangkitan Manusia setelah Kematian

  1. Ustad mohon kajian2 di pesanteren ibnu hajar direkam di youtube biar bisa tersebar ke seluruh dunia. Sayng ilmu ustad cuma bisa didapatkan sedikit ustad. ini juga kelemahan2 ustad2 persis, ilmunya hanya terjangkau ke kalangan sendiri.

    1. Terima kasih atas komentarnya. Insyaa Allah secepatnya tim akan mengusahakan hal tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *