Gerindra: Jokowi Gagal Tepati Janji Pertumbuhan Ekonomi 7%

 Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menyinggung janji pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) terkait pertumbuhan ekonomi. Saat dilantik 2014 lalu, Jokowi-JK menjanjikan ekonomi dapat tumbuh 7%.

Menurut juru bicara Fraksi Gerindra, Ramson Siagian, pertumbuhan ekonomi yang tinggi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan rakyat. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga dapat memberikan semangat kepada rakyat sebagaimana saat Jokowi menjanjikan ekonomi tumbuh 7%.

“Namun, harapan rakyat 7% itu sampai tahun kelima atau tahun terakhir program Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK masih jauh dari janji pertumbuhan ekonomi 7%,” ujar Ramson.

Dia menuturkan hal itu saat menyampaikan pandangan Fraksi dalam Sidang Paripurna DPR, Selasa (28/8/2018).

Menurut Ramson, pencapaian yang direalisasikan tiga tahun belakangan hanya berada pada kisaran 5%. Pada 2015 pertumbuhan ekonomi 4,8%, lalu 2016 hanya 5,07%, dan 5,1% pada 2017. Begitupun untuk tahun ini, yaitu sekitar 5,2%.

Kendati begitu, Ramson mengatakan Gerindra berharap pemerintah dapat merealisasikan target pertumbuhan ekonomi 5,3% pada tahun depan.

“Biarpun dalam pelaksanaan, Gerindra selalu mengharapkan bisa lebih,” katanya. (miq/ray)

sigabah.com | cnbcindonesia.com

1 thought on “Gerindra: Jokowi Gagal Tepati Janji Pertumbuhan Ekonomi 7%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *