GELAR MASJID CYBER ARMY, MTW USAHAKAN PUNYA 30.000 PANUTAN CYBER

JAKARTA (sigabah.com)—Merespon aksi bela Islam yang dilakukan oleh sekitar 7 juta umat muslim pada Jum’at 2 Desember 2016 lalu, Majelis Ta’lim Wirausaha (MTW) menggelar aksi lanjutan bertemakan Masjid Cyber Army pada Sabtu (31/12/16) di Masjid Jenderal Sudirman, Jl. Jenderal Soedirman Kav. 29-31, Jakarta Selatan.

Acara tersebut diisi oleh beberapa ahli yang kompeten di bidang media sosial dan ekonomi, seperti Ustadz Valentino Dinsi, SE, MM, MBA (Pimpinan MTW serta Wakil Dewan Ekonomi Syari’ah GNPF MUI), Asti Yulia Sundari (Koordinator Sosmed Republika), Slamet Sukardi (Raja Facebook), Jonru (Aktivis Sosial Media), dan Agung Sr (Pakar Sosmed dan IT).

Dalam sambutannya, Ustadz Valentino Dinsi, SE, MM, MBA mengungkapkan, sebenarnya ada beberapa pihak yang tidak menginginkan pelatihan Masjid Cyber Army ini berlangsung. Pasalnya, tema yang diangkat pada acara tersebut pun sudah membuat mereka gentar.

“Karena judulnya serem nih, Masjid Cyber Army,” tutur Pimpinan Majelis Ta’lim Wirausaha itu.

Langkah yang diterapkan dalam upaya menggagalkan acara ini pun bermacam-macam. Ada yang berupaya dengan menekan pembicara supaya mengundurkan diri, bahkan ada yang mengedarkan acara ini hanyalah hoax. Dengan demikian, menurut Ustadz Valentino, sepertinya yang boleh memiliki cyber army hanyalah pihak mereka saja.

“Jadi masjid gak boleh punya cyber,” terang beliau.

Sebagaimana yang telah disampaikan kepada Tim Media MTW, Ustadz Valentino Dinsi, SE, MM, MBA menyatakan, berapapun jumlah peserta yang hadir pada acara Masjid Cyber Army ini, terutama pakar IT atau orang yang aktif di sosial media harus menjadi panutan cyber masjid.

“Jadi insya Allah, saya bilang, sampai levelnya kita harus punya panutan cyber 30.000 orang,” ungkap beliau di depan ratusan peserta pelatihan Masjid Cyber Army.

Adapun cyber army sendiri, sebagaimana yang diharapkan dalam acara ini adalah pasukan yang memperkuat umat Islam dari berbagai aspek dengan mengolah dan memanfaatkan dunia maya, terutama di sosial media.

By: Ikhwan Fahmi, Jurnalis sigabah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *