Barang Impor China Serbu RI, Paling Banyak Bawang dan Pakaian

Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai impor dari 13 negara asal mencapai US$ 10,96 miliar meningkat 11,75% dibandingkan Maret 2018 yang mencapai US$ 9,81 miliar. Peningkatan paling besar berasal dari China yakni bertumbuh 29,68% ke angka US$ 3,75 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, peningkatan impor dari China terutama terjadi untuk komoditas bawang putih.

“Kenaikan bahan konsumsi, karena ada beberapa jenis barang yang impornya tinggi seperti bawang putih dari Tiongkok,” ujar Suhariyanto saat ditemui di Gedung BPS, Selasa (15/5/2018).

BPS mencatat, impor bawang putih dari Tiongkok US$ 61,34 juta pada April 2018, naik dibandingkan Maret 2018 yang mencapai US$ 22,85 juta.

Komoditas lain yang impornya juga meningkat dari Tiongkok adalah pakaian jadi. Tercatat, impor pakaian jadi meningkat 64,3% (year on year/yoy) menjadi US$ 36,3 juta pada April 2018.

“Untuk pakaian peningkatannya karena menghadapi lebaran,” kata dia.

Tidak hanya bawang putih dan pakaian jadi, produk lainnya cukup banyak diimpor Indonesia dari China. Adapun produk tersebut adalah mesin-mesin, besi dan baja, plastik dan barang dari plastik, bahan kimia organik, benda-benda dari besi dan baja, filament buatan, kendaraan, aluminium, dan bahan kimia anorganik.

sigabah.com | cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *