Antisipasi Inflasi, Ini Upaya Kemendag Jaga Harga Jelang Lebaran

Kementerian Perdagangan memaparkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran. Upaya itu juga dilakukan guna menjaga tingkat inflasi agar tak terkerek naik.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti menyatakan pihkanya akan mulai melakukan pantauan harga  sejak 28 Mei 2018 hingga H-1 sebelum Lebaran. Pihaknya bahkan berencana menerjunkan sejumlah personel pegawai Kementerian Perdagangan di seluruh pasar Indonesia.

“Kita akan pantau dan benar-benar menjaga kondisi harga dan pasokan bahan pokok,” kata Tjahya di Jakarta, Rabu (6/6).

Tak hanya itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita juga berencana melakukan pemantauan harga lewat inspeksi mendadak ke beberapa pasar di kota-kota besar setelah Lebaran. Kementerian Perdagangan juga bekerja sama dengan Satuan Tugas Pangan untuk memastikan tidak ada lonjakan harga  pangan yang signifikan.

Tjahya pun menjelaskan operasi pasar yang dilakukan Bulog melalui markas Tentara Nasional Indonesia dan kantor polisi menjadi hal yang berbeda dengan yang akan dilakukan Kemendag. Pasalnya, operasi pasar yang dilakukan Bulog biasanya terkonsentrasi di pasar.

Menurutnya, pembentukan harga bakal efektif jika operasi pasar dilakukan langsung ke pedagang. Namun, opsi yang dilakukan Bulog juga punya dampak positif. “Menurut saya, kemudahan akses masyarakat langsung di titiknya juga  bisa berpengaruh untuk mengurangi tekanan harga di pasar,” ujar Tjahya.

Meski begitu, pemerintah juga harus menggencarkan sosialisasi agar masyarakat bisa mendapatkan akses bahan pokok murah. Selain itu, edukasi terkiat  kualitas pasokan dan  bahan pokok milik Bulog juga mesti dilaksanakan, terutama untuk komoditas daging kerbau beku dan daging ayam beku.

Bulog mulai melakukan pendistribusian pasokan bahan pokok untuk stabilisasi harga pangan menjelang  Lebaran. Sebanyak 20 truk  bahan pokok akan disebar di 17 titik markas Polisi Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mencakup wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) menjelaskan kegiatan penyebaran dilakukan sejak 4 Juni 2018. “Rencananya ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga pangan akan dilakukan hingga 8 Juni 2018, dan dapat diperpanjang bila diperlukan,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Mei 2018 sebesar 0,21%. Inflasi mampu ditahan, seiring terkendalinya harga beberapa komoditas pangan menjelang Ramadan, seperti beras. Meski demikian ada pula beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti daging ayam dan busana naik saat Ramadan.

“Dengan manajemen stok di berbagai tempat juga panen raya jadi inflasi terkendali,” kata Kepala BPS Suhariyanto, Senin (4/6).

Meski demikian, pemerintah sepertinya perlu berjaga-jaga. Sebab, berkaca pada tahun lalu, inflasi Juni meningkat menjadi 0,69% dari bulan sebelumnya sebesar 0,39% khususnya mendekati Lebaran.

sigabah.com | katadata.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *