Amien Rais: Revolusi Mental Gagal, Harus Diganti Revolusi Moral

Mantan ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN), Prof. Dr. H. Muhammad Amien Rais mengkritisi kebijakan revolusi mental yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo. Hal ini disampaikan Amien dalam acara Pengajian Kebangsaan dari Aliansi Pencerah Indonesia (API) di Rumah Dakwah Al Hujjah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (16/12/2018).

Menurut Amien, revolusi mental tidak pernah menyangkutkan moral didalamnya. Sehingga, revolusi mental akan buta sama sekali jika sudah menyangkut Akhlaq, moral dan nilai.

“Jokowi ini, dia tidak pernah bicara pentingnya moral tapi revolusi mental. Mental tidak bisa mengatakan ini Haq itu Bathil, nggak bisa. Mental nggak bisa mengatakan menjual Negara ke China itu nggak boleh,” ujarnya.

“Mental nggak bisa apa-apa. Mental itu hanya dia punya mental juara, dia punya mental pecundang wah mentalnya bagus, kerja keras, Itu mental. Tapi mental itu buta sama sekali kalau sudah menyangkut Akhlaq moral dan nilai, tidak ada” sambung Amien

Ia mencontohkan, hasil kegagalan revolusi mental dapat dilihat dari Jokowi yang kerap kali mengumbar janji dan berbohong. Bahkan, ia menyebutkan bahwa Jokowi pernah mengatakan agama harus dipisahkan dengan politik.

“Yang mental jelas rusak, LGBT boleh, agama dipisahkan dari politik kata dia di Medan atau di mana itu kemudian suara kidung lebih merdu dari suara adzan, kemudian volume suara adzan harus dikecilkan dan sebagainya,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Izhar Zulfikar

sigabah.com | kiblat.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *