ALIANSI STRATEGIS UMART DENGAN BUMDESA TANJUNG KARYA

TANJUNGKARYA (sigabah.com)—Usaha untuk mendorong lahirnya sentra ekonomi di perdesaan semakin urgen. Pertumbuhan ekonomi di kawasan perdesaan membutuhkan lingkungan yang mendukung iklim kewirausahaan. Terlebih, program prioritas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi fokus untuk menguatkan fondasi ekonomi desa, seperti one village one product (ovop) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDESA).

Salah satu peluang usaha yang sangat mungkin dilakukan oleh Desa adalah dengan memfungsikan  BUMDesa sebagai motor penggerak distribusi barang dan jasa dari dan untuk masyarakat desa, baik secara langsung maupun melalui warung-warung sebagai mitra usaha BUMDesa.

Dalam fungsi itu, BUMDESA dapat didesain sebagai tempat yang akan menjual sekaligus menyerap produk lokal desa bersangkutan atau antar Desa.

Untuk memainkan fungsi dan peran BUMDESA sedemikian itu maka setiap BUMDESA butuh pendampingan usaha. Untuk menyiapkan tenaga pendamping bagi sekian banyak BUMDESA diperlukan ada aliansi berbagai pihak yang relevan.

Dalam rangka pembinaan & pendampingan usaha yang dijalankan oleh BUMDESA, Komunitas Yayasan dan Pesantren Ibnu Hajar Asqilani, sebagai pelopor gerakan Ekonomi Berjamaah Kerakyatan dengan brand UMART, hadir di beberapa desa di Kecamatan Samarang Kab.Garut, dengan prioritas utama BUMDESA Karyawarga, Desa Tanjung Karya sebagai mitra usaha percontohan.

Aliansi strategis kemitraan UMART dengan BUMDESA Karyawarga meliputi program pembinaan SDM dan usaha penyaluran  barang kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui beberapa warung Mitra BUMDES yang tersebar di berbagai titik di Desa Tanjung Karya, Kec. Samarang, Kab. Garut.

Tahap pertama untuk mewujudkan aliansi strategis itu diawali dengan program pelatihan USAHA RETAIL DESA, pada hari Kamis, 10 Agustus 2017, sejak pukul 9.30 hingga zuhur,  dengan materi pelatihan meliputi: (1) Keutamaan Usaha Bersama Warga Desa dan Strategi Perawatannya; (2) Manajemen usaha retail berbasis produk lintas daerah; (3) Manajemen usaha retail berbasis produk unggulan pertanian local; (4) Manajemen Keuangan APBDES & BUMDESA; (5) Manajemen Pengelola Usaha berbasis sumber daya insani (SDI) lokal.

Selepas Zuhur hingga pukul 16.00 dilanjutkan dengan dialog bersama Kepala Desa Tanjung Karya, Bapak Caca Saepul Hidayat beserta aparat Desa dan Direktur Bapak Aep Saepulloh beserta pengurus BUMDESA Karyawarga serta perwakilan asosiasi BUMDESA Kab.Garut seputar pemetaan potensi desa dan desain program pemberdayaannya oleh BUMDESA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *