AL-QURAN & TANTANGAN ZAMAN (Bagian Ke-4)

tumblr_l7phyrvFzx1qzthjao1_500

Dimensi-Dimensi Kemukjizatan Alquran

Di dalam menantang orang-orang Arab pada khususnya dan seluruh manusia pada umumnya Alquran menggunakan berbagai segi; lafziyyah (secara kosa kata), ma’nawiyyah (secara makna), dan ruhiyyah (secara ruhani). Setiap segi yang ada di dalamnya tidak dapat dicapai oleh kekuatan pikiran manusia dan berada di luar jangkauan kemampuannya. Karena itu setiap kali Alquran di-tadaburi maka terasa lebih dalam dan luas makna ayat-ayatnya. Setiap kali rahasia satu sisi Alquran diungkap, maka akan di dapati di balik sisi itu sisi-sisi lain dari kemukjizatannya. Hal ini menunjukan bahwa Alquran berasal dari Allah dan merupakan mukjizat Rasulullah saw. yang berlaku sepanjang masa.

Kemukjizatan Alquran dapat dilihat dari dua segi: bahasa dan kandungan isi, dengan uraian sebagai berikut:

  1. Segi bahasa

Kemukjizatan Alquran dari segi bahasa ini terletak pada kefasihan (fashahah) bahasanya, keserasian susunan kalimatnya, dan keindahan gaya (uslub) retorisnya. Salah satu bukti ketinggian uslub Alquran ialah bahwa seluruh maksud Alquran itu bercampur baur dan terpencar dalam banyak surat, baik yang panjang maupun yang pendek, dengan munasabah (korelasi, hubungan, kaitan) yang berbeda-beda sehingga menjadi ‘ibarah (ungkapan) yang sempurna dan menyenangkan hati. Mustahil manusia dapat membuat susunan yang serupa dengan Alquran serta dapat menandinginya.

Mukjizat Alquran dari segi bahasa ini hanya dapat dihayati oleh mereka yang mengetahui dan mendalami bahasa Arab. Sedangkan bagi yang tidak mengerti bahasa Arab, amatlah sulit untuk melacak di mana letak kemukjizatan Alquran dalam aspek ini, karena ketinggian mutu suatu susunan bahasa tidak dapat diketahui dan dipahami kecuali jika kita dapat merasakan keindahan bahasa itu sendiri.

Oleh karena itu, cukuplah kalau diketahui bagaimana pengaruh Alqruan terhadap para sastrawan, baik pada masa Nabi maupun masa sesudahnya. Sejarah membuktikan bahwa tidak ada seorang pun di antara mereka yang mampu membuat satu gubahan yang seindah gubahan Alquran. Pengakuan musuh-musuh Islam adalah bukti yang nyata atas kebenaran kemukjizatan kitab suci ini.

  1. Kandungan isi

Di samping dari segi bahasa, maka ditinjau dari segi isinya pun Alquran mengandung mukjizat pula. Secara garis besar kemukjizatan isi itu dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Di dalam Alquran terdapat berita-berita dan janji-janji tentang masa yang akan datang. Peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada masa depan berada di luar kekuasaan manusia untuk mengetahuinya. Semua berita dan janji yang terdapat di dalam Alquran adalah benar dan telah menjadi kenyataan.

  1. Alquran telah memberikan landasan yang kuat dalam pertumbuhan hukum, bahkan Alquran tetap merupakan sumber hukum yang ideal hingga masa kini dan di masa mendatang.

  1. Di dalam Alquran terdapat pula fakta-fakta ilmiah yang tidak mungkin diketahui manusia di tanah Arab pada masa itu, tetapi sekarang fakta-fakta tersebut dapat dijelaskan dengan tepat dan diakui kebenarannya.

Demikianlah dengan ringkas dapat disimpulkan bahwa Alquran itu adalah mukjizat secara dzat-nya, yaitu dipandang dari segi bahasa dan kandungan isinya. Mukjizat ini akan kekal sepanjang masa karena Alquran telah dijamin keterpeliharaannya oleh Allah swt.

Dimensi Kemukjizatan Alquran

Secara internal, terdapat 3 dimensi kemukjizatan Alquran: (1) aspek kebahasaan (i’jaz lughawi), (2) isyarat ilmiah (i’jaz ‘ilmi), dan (3) penetapan hukum (i’jaz tasyri’i), dengan uraian sebagai berikut:

Pertama, dimensi lughawi (aspek kebahasaan)

Kemukjizatan Alquran dari segi bahasa tidak diragukan lagi, terbukti hingga kini tidak ada seorang pun yang dapat menandingi keindahan gaya retoris (ushlub)-nya. Kemukjizatan Alquran dari segi bahasa ini dapat dilihat dari beberapa aspek, di antaranya:

1.A. Keindahan susunan ayat-ayatnya

Alquran yang diturunkan selama kurang lebih 23 tahun, dan sebagian ayat-ayatnya diturunkan berdasarkan peristiwa dan latar belakang tertentu, ternyata rangkaian ayat-ayatnya bisa tersusun rapi secara sitematis, serasi, utuh, dan tidak terdapat pertentangan. Keteraturan dan kesinambungan susunan membuat seseorang tidak akan menduga bahwa ayat-ayatnya diturunkan secara terpisah-pisah dan terpotong-potong. Keindahan susunan Alquran meliputi:

  1. Kesesuaian antara kata, kalimat, dan ayat

Setiap kata dan atau kalimat dalam Alquran pada dasarnya mempunyai korelasi dengan kata dan atau kalimat lain, baik pada ayat itu maupun ayat lainnya. Demikian pula setiap ayat dalam Alquran mempunyai korelasi dengan ayat sebelum atau sesudahnya. Misalnya, menyandingkan penyebutan sifat-sifat orang mukmin dengan sifat-sifat orang musyrik; ancaman bagi mereka dan janji bagi yang lainnya; ayat-ayat yang berkaitan dengan rahmat disebut setelah ayat-ayat yang berkaitan dengan azab, dan sebagainya. Sebagai contoh menyandingkan penyebutan kata tertawa dan menangis secara bersamaan dalam firman-Nya:

فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلاَ وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ. التوبة : 82.

Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.” (Q.s. At-Taubah : 82)

Menyandingkan penghalalan dengan pengharaman secara bersamaan dalam firman-Nya:

وَيُحِلُّ لَهُمْ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمْ الْخَبَائِثَ… الأعراف : 157

Menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka.” (Q.s. Al-A’raf : 157)

Menyandingkan penyebutan kata rahmat dan azab secara bersamaan dalam firman-Nya:

بَاطِنُهُ فِيهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهُ مِنْ قِبَلِهِ الْعَذَابُ. الحديد : 13.

Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa.” (Q.s. Al-Hadid : 13)

Adapun kesesuaian antara ayat dengan ayat, misalnya ayat 2 dengan ayat 3 dalam surah al-Fatihah, Allah berfirman:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ # الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. الفاتحة : 2-3.

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (Q.s. Al-Fatihah : 2-3).

Imam al-Qurthubi berkata, “Allah swt. menyifati dirinya dengan ‘ar-rahman ar-rahim’ setelah ‘rabbul ‘alamin’. Karena didalam penyifatan diri-Nya dengan ‘rabbul ‘alamin’ terdapat tarhieb (peringatan) yang di hubungkan dengan ‘ar-rahman ar-rahim’ karna terkandung didalamnya targhib (anjuran), supaya bersatu antara peringatan dari Allah dan dorongan kepada-Nya. Sehingga lebih membantu dalam menaati-Nya.” (Lihat, Tafsir al-Qurthubi, I: 139).

  1. Kesesuaian antara surat dengan surat

Selain korelasi antar ayat, kemukjizatan Alquran dari segi bahasa ini dapat dilihat pula dalam korelasi antara satu surah dengan surah lainnya. Korelasi ini terjalin karena surah-surah itu menggunakan kata yang sama atau karena kesesuaian kandungannya.

Misalnya surah-surah yang memuat kata al-hamdu. Al-hamdu yang berkaitan dengan zharf makaan (keterangan tempat). Sebagai contoh, Allah swt. berfirman:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ

segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi…” (Q.s. Al-An’am:1)

Allah swt. berfirman:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ

Segala puji bagi Allah Yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi…” (Q.s. Saba’ : 1)

Al-hamdu sebagai pembuka Alquran. Sebagai contoh, Allah berfirman:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ # الرَّحْمَانِ الرَّحِيمِ # مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. الفاتحة : 2-4

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang Menguasai hari pembalasan.” (Q.s. Al-Fatihah : 2-4).

Allah berfirman:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجَا

Segala puji Allah yang telah menurunkan Al-Kitab (Alquran) kepada hamba-hamba-Nya…” (Q.s. Al-Kahfi : 1).

Adapun korelasi antar surah karena kesesuaian kandungannya seperti surah Quraisy dengan surah al-Ma’un sebagai berikut:

  1. Dalam surat Quraisy Allah menyatakan bahawa Dia membebaskan manusia dari kelaparan, maka dalam surat al-Ma’un Allah mencela orang yang tidak menganjurkan dan tidak memberi makan orang miskin.

  1. Dalam surat Quraisy Allah memerintahkan manusia untuk menyembah hanya kepada-Nya, maka dalam surat al-Ma’un Allah mencela orang yang salat dengan lalai dan riya.

  1. Keserasian antara pembuka surat dan penutupnya

Misalnya dalam surah (28) Al-Qashash. Surat ini diawali oleh kisah Nabi Musa yang mengalami aneka cobaan dalam menghadapi kekejaman Fir’aun. Kemudian diakhiri dengan hiburan dari Allah kepada Nabi Muhammad dan para sahabatnya yang selalu disakiti, diejek dan diusir oleh orang-orang musyrik Mekkah, dengan menerangkan bahwa orang-orang yang beriman itu akan menerima cobaan atas keimanan mereka kepada nabi mereka seperti yang dialami oleh Nabi Musa dan Bani Israil.

  1. Keserasian bunyi huruf akhir (bersajak)

4.1. Huruf-huruf yang sejenis, seperti:

Bunyi huruf Ra bersajak, dalam surat ath-Thur : 1-4

وَالطُّورِ. وَكِتَابٍ مَسْطُورٍ. فِي رَقٍّ مَنْشُورٍ. وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِ. الطور : 1-4.

Bunyi huruf Sin bersajak, dalam surat an-Nas : 1-6

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلَهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ. مِنْ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ. الناس : 1-6.

4.2. Huruf-huruf yang saling berdekatan, seperti bunyi huruf mim dan nun bersajak dalam surat Al-Fatihah : 3-4

الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. الفاتحة : 3-4.

Karena dekatnya huruf mim dan nun dalam akhir kata.

4.3. Dua kata yang sama dalam wazan (pola kata) dan huruf-huruf sajaknya, seperti dalam surat Al-Ghasyiah : 13-14

فِيهَا سُرُرٌ مَرْفُوعَةٌ. وَأَكْوَابٌ مَوْضُوعَةٌ. الغاشية : 13-14.

    1. Kata-kata yang sama dalam penggalan kalimat, seperti dalam surat Al-Ghasyiah:15-16

وَنَمَارِقُ مَصْفُوفَةٌ. وَزَرَابِيُّ مَبْثُوثَةٌ. الغاشية : 15-16.

Demikian gambaran sekilas tentang keindahan susunan Alquran dilihat dari korelasi atau kesesuaian antara kata, kalimat, ayat, dan surah.

By Amin Muchtar, sigabah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *