Posisi Imam Wanita dalam Shalat dan Shalat Berjamaah Dua Orang

Posisi imam dalam shalat berjamaah pada dasarnya sama antara jamaah laki-laki dan jamaah khusus perempuan, yaitu di depan makmum dengan posisi di tengah, sebagaimana hadis berikut: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : وَسِّطُوا Baca Selengkapnya ..

PEMAKNAAN HADIS AISYAH: “MENAMBAH RAKAAT SALAT DHUHA SEKEHENDAKNYA” (TELAAH THURUQUL ISTINBATH IMAM MUSLIM BIN AL-HAJJAJ)

Berkaitan dengan hukum, jumlah rakaat, dan anjuran untuk tetap mengerjakannya, Imam Muslim bin al-Hajjaj telah membuat kesimpulan hokum berdasarkan isyarat bab dalam kitab Shahih-nya dengan judul: باب اسْتِحْبَابِ صَلاَةِ الضُّحَى وَأَنَّ أَقَلَّهَا رَكْعَتَانِ وَأَكْمَلَهَا ثَمَانِ رَكَعَاتٍ وَأَوْسَطَهَا أَرْبَعُ رَكَعَاتٍ أَوْ Baca Selengkapnya ..

Posisi Imam Wanita dalam Shalat dan Shalat Berjamaah Dua Orang

Posisi imam dalam shalat berjamaah pada dasarnya sama antara jamaah laki-laki dan jamaah khusus perempuan, yaitu di depan makmum dengan posisi di tengah, sebagaimana hadis berikut: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : وَسِّطُوا Baca Selengkapnya ..

PEMAKNAAN HADIS AISYAH: “MENAMBAH RAKAAT SALAT DHUHA SEKEHENDAKNYA” (TELAAH THURUQUL ISTINBATH IMAM MUSLIM BIN AL-HAJJAJ)

Berkaitan dengan hukum, jumlah rakaat, dan anjuran untuk tetap mengerjakannya, Imam Muslim bin al-Hajjaj telah membuat kesimpulan hokum berdasarkan isyarat bab dalam kitab Shahih-nya dengan judul: باب اسْتِحْبَابِ صَلاَةِ الضُّحَى وَأَنَّ أَقَلَّهَا رَكْعَتَانِ وَأَكْمَلَهَا ثَمَانِ رَكَعَاتٍ وَأَوْسَطَهَا أَرْبَعُ رَكَعَاتٍ أَوْ Baca Selengkapnya ..